Reuni 212

Anies Baswedan Mengizinkan Kegiatan Papua di Hari Ahad dan Reuni PA 212 Digelar Monas di Hari Senin

Anies Baswedan memberikan izin kepada Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk menyelenggarakan Maulid Akbar di Kawasan Monumen Nasional (Monas).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
instagram @haikalbabe
Ustadz Haikal Hassan dan Anies Baswedan serta pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (22/11/2019). 

Pemprov DKI Jakarta memberi izin kepada Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk menyelenggarakan Maulid Akbar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada hari Senin (2/12/2019).

Seperti diketahui, biasanya pihak pengelola Monas menutup kawasan wisata itu karena adanya perawatan rutin setiap pekan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pemberian izin itu berdasarkan rekomendasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (19/11/2019) dan Rabu (20/11/2019).

Saat itu, Forkopimda yang terdiri dari Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kejaksaan Tinggi Jakarta dan Pengadilan Tinggi Jakarta membahas soal dua rencana kegiatan yang diselenggarakan di Monas pada Ahad (1/12/2019) dan Senin (2/12/2019) mendatang.

“Untuk yang 1 Desember itu terkait Papua dan 2 Desember terkait Maulid Akbar. Nah di situ (musyawarah) kesimpulannya memang diberikan izin,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (22/11/2019).

Menurut Anies Baswedan, sikap Pemprov DKI cenderung pasif bila ada pihak yang mengajukan izin untuk menggelar acara di Kawasan Monas.

Tiga Pasangan Tertangkap Basah Tanpa Busana Saat Sebuah Panti Pijat Digerebek Juga Ditemukan Kondom

Pemprov DKI akan mengkaji kegiatan yang diajukan itu, dan bila dirasa mengandung muatan positif pemerintah akan memberi izin.

“Dari situ (pengajuan) Pemprov memutuskan apakah meminjamkan atau tidak. Itu prosesnya selalu begitu,” katanya.

“Lalu siang ini (Jumat, 22/11/2019) ada rapat koordinasi di dalam Forkopimda di level asisten untuk koordinasi untuk tanggal 1 dan 2 Desember."

"Karena, di bulan Desember itu ada beberapa kegiatan yang mungkin memerlukan perhatian ekstra kami,” katanya.

Anies Baswedan
Anies Baswedan (Kompas.com)

Meski demikian, Anies Baswedan menyatakan, dia belum melihat surat permohonan pelaksanaan Maulid Akbar dari Panitia PA 212.

Namun Anies memastikan, secara prinsip DKI memberikan izin dari sisi tempat, sedangkan dari keramaian dan keamanan dari pihak polisi.

Pihak DLH Kabupaten Bogor Ingin Meminjam Alat Berat ke Pemprov DKI Jakarta untuk Membersihkan Sungai

Kegiatan 212 adalah kegiatan yang terkait kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gelombang demonstrasi terjadi di antaranya mengusung nama 212, yang merupakan sebutan penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan tanggal 2 bulan 12.

Sementara itu, sebelum ini diberitakan, peserta Malam Munajat 212 telah memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas) sejak sore.

Lautan peserta itu mengikuti acara dzikir dan doa bersama yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek.

Tema yang diangkat kali ini adalah 'Senandung Sholawat dan Dzikir Nasional Sekaligus Doa untuk Keselamatan Bangsa'.

Lautan peserta itu mengikuti acara dzikir dan doa bersama yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek.
Lautan peserta itu mengikuti acara dzikir dan doa bersama yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Dari pantauan Warta Kota, saat ini, peserta masih terus berdatangan memadati kawasan Monas dengan mengenakan pakaian gamis ataupun Baju Koko.

Mereka terlihat khusyu untuk mendengarakan doa dan lantunan ayat-ayat suci Al Quran, namun ada pula yang terlihat bersantai di atas rumput sekitar area panggung.

Beberapa di antaranya tampak melakukan kegiatan ini sambil mengisap merokok.

Pagar pembatas yang dulu pernah dipasang untuk melindungi taman, kini, sudah dicabut oleh Pihak Pemprov DKI Jakarta.

Meskipun ada beberapa oknum peserta di taman yang menginjak rumput, banyak juga peserta lain yang menegur.

"Jangan injak rumput. Keluar, jangan di taman," ujar beberapa peserta di lokasi, Kamis (21/2/2019).

Diketahui, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 16.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

Lautan peserta itu mengikuti acara dzikir dan doa bersama yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek.
Lautan peserta itu mengikuti acara dzikir dan doa bersama yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bersama Lembaga Dakwah Front dan Majelis Taklim se-Jabodetabek. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved