Selasa, 21 April 2026

Kebakaran

UPDATE Mess Terbakar, 30 Pekerja Pabrik Plastik Luntang-lantung, Tidak Ada Tempat Tinggal

UPDATE Mess Terbakar, 30 Pekerja Pabrik Plastik di di Kamal, Jakarta Barat Luntang-lantung, Tidak Ada Tempat Tinggal

Penulis: Desy Selviany |
Warta Kota/Desy Selviany
Petugas pemadam padamkan api di pabrik dan gudang limbah plastik di Kampung Gaga, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (21/11/2019) 

Nasib pekerja pabrik dan gudang limbah plastik yang terbakar di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat tidak jelas usai messnya ludes terbakar Jumat (21/11/2019).

Satu di antaranya Suryati yang membawa serta kedua anaknya untuk tinggal di mess tersebut.

Suryati awalnya merupakan warga Jawa Tengah. Ia dibawa suaminya untuk membantu bekerja di pabrik dan pengolahan limbah plastik milik Ko Ki Ya.

"Iya ini bingung mau tinggal dimana habis ini," kata Suryati saat ditemui di lokasi kejadian Kamis (21/11/2019).

Pabrik Plastik Seluas 3.500 Meter Persegi Terbakar, Kerugian Rp 60 Juta, Sumber Api dari Mess

Pantauan Wartakotalive.com mess tempat keluarga Suryati dan puluhan pegawai lainnya ludes dilalap si jago merah.

Pabrik seluas 3.500 meter persegi itu rata tidak bersisa.

Pun dengan mess yang menjadi tempat karyawan tinggal. Hanya tersisa seng-seng yang sudah penyok karena terkena panas.

Kata Suryati, sekira ada 30 orang yang tinggal di mess tersebut. Umumnya mereka para pegawai pabrik yang turut serta membawa keluarga untuk tinggal di pabrik dan gudang limbah itu.

Pascakebakaran, Pegawai Pabrik Plastik Punguti Sisa Kuningan untuk Dijual

Sampai api padam Suryati belum menerima kejelasaan tempat bermalam untuk sementara.

"Belum, belum ada yang kasih kabar nanti tinggal dimana, masih bingung juga," kata Suryati.

Pantauan Wartakotalive.com belum ada pembangunan tenda darurat di lokasi tersebut.

Usai pemadam meninggalkan lokasi sekira Pukul 12.00 WIB, belum terlihat ada petugas yang membangun tenda dan memberikan bantuan di lokasi.

BREAKING NEWS Pabrik Plastik Seluas 3.500 Meter Terbakar, Api Diduga Berasal dari Mess Karyawan

Sebagian pekerja memungut sisa-sisa barang yang terbakar. Umumnya mereka mencari kuningan yang kerap ada di barang elektronik. Nantinya kuningan itu akan mereka jual kembali untuk menyambung hidup.

Diberitakan sebelumnya Pabrik dan gudang plastik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Hal itu dijelaskan Kasie Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Rompis Romlih.

"Diperkirakan kerugian yang menghanguskan lapak pengolahan sampah plastik seluas 3.500 meter persegi itu capai Rp60 juta," kata Rompis dalam keterangan tertulisnya.

Kebakaran Pabrik Platik di Kampung Gaga Hanya Menyisakan Seng, Tak Ada Korban Jiwa

Rompis mengungkapkan pabrik dan pengolahan limbah plastik itu milik pengusaha bernama Ko Ki Ya.

Pantauan Wartakotalive.com pabrik rata dengan tanah 2 jam pascaterbakar. Hanya sisa seng-seng yang tertinggal dari insiden tersebut.

Kata Rompis laporan diterima unit pemadam pukul 07.50 WIB. Unit pemadam tiba Pukul 08.30 WIB dan api berhasil dikendalikan pukul 09.00 WIB. Tidak sampai 30 menit petugas langsung melakukan pendinginan.

Pendinginan terpantau selesai hingga Pukul 11.30 WIB.

Selain itu kata Rompis sejumlah unit pemadam dari Tangerang sampai dikerahkan.

"Awalnya 7, tapi ditambah jadi 23 unit, 17 unit Jakarta Barat dan 6 unit Tangerang," kata Rompis dalam keterangan tertulisnya.

Kata Rompis petugas sempat kesulitan menjangkau lapak pengolahan sampah plastik yang terletak di Jalan Kampung Gaga RT.04 RW.13 No. 118.

"Unit terkendala macet karena ada perbaikan jalan," jelas Rompis.

Api dari pabrik plastik yang terbakar di Kamal, Kalideres, diduga berasal dari mess karyawan. Mess tersebut dihuni sekira 30 orang dan baru dibangun beberapa bulan lalu.

"Katanya api dari mess di dalem, tapi entah dari listrik atau kompor saya tidak tahu," kata Jaka (50) saat ditemui di lokasi kejadian Kamis (21/11/2019).

Kata Jaka, mes tersebut dihuni sekira 30 karyawan. Di dalamnya terdapat pekerja laki-laki dan perempuan yang juga membawa serta anak dan istri.

"Mereka tiba-tiba teriak api, api, kita spontan sebagai tetangga keluarkan barang-barang yang mudah terbakar agar tidak merambat ke rumah warga," jelas Jaka.

Menurut Jaka, tidak butuh waktu lama api melalap pabrik plastik di RT4/RW13 Kelurahan Kamal, Kalideres itu.

"Bukan cepet-cepet lagi, itu di dalam semua kan plastik," kata Jaka.

Petugas pemadam Suharyanto mengatakan api sudah tidak besar saat petugas tiba. Hal itu lantaran barang-barang yang terbakar hampir seluruhnya plastik.

"Jadi begitu semua barang habis dilalap api, api mulai mengecil," kata Suharyanto ditemui di lokasi kejadian.

Namun petugas tidak menampik membutuhkan waktu cukup lama untuk mendinginkan lokasi kebakaran.

"Kalau pemadaman satu jam, pendinginan hampir 2,5 jam," kata Suharyanto.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved