Sabtu, 18 April 2026

Kebakaran

Pascakebakaran, Pegawai Pabrik Plastik Punguti Sisa Kuningan untuk Dijual

Pascakebakaran, Pegawai Pabrik dan Gudang Plastik Punguti Sisa Kuningan untuk Dijual. Besi Kuningan Sisa-sisa barang elektronik

Penulis: Desy Selviany |
Warta Kota/Desy Selviany
Pekerja pabrik dan gudang plastik di Kamal, Kalideres memungut sisa kuningan yang terbakar Kamis (21/11/2019) 

Pekerjai pabrik dan gudang plastik di Jalan Kampung Gaga, RT04 RW13, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat memilah sisa-sisa kebakaran usai api dipadamkan. Mereka memilah sisa-sisa besi kuningan yang sudah terbakar untuk dijual kembali.

"Ya memang di sini banyak sisa-sisa kuningan dari barang elektronik, lumayan buat menyambung hidup," kata Suryati saat tengah memunguti kuningan bekas di lokasi kejadian Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan, selain gudang plastik bekas, lokasi itu juga menjadi gudang barang elektronik bekas.

Biasanya barang elektronik bekas itu dibongkar di bedeng-bedeng gudang tersebut untuk diambil sisa kuningannya.

"Kalau mengandalkan gaji saja tidak mungkin cukup, jadi memang biasanya begini mengambil sisa-sisa kuningan," kata wanita 3 anak tersebut.

Suryati memang bukan warga Jakarta. Suryati, suami, dan kedua anaknya memutuskan untuk ke Jakarta dan berkerja di gudang plastik tersebut.

Keempatnya tinggal di sebuah mess yang disediakan oleh pemilik gudang Ko Ki Ya. "Aslinya dari Jawa Tengah, di sini diajak suami bantu-bantu," kata Suryati.

Bukan hanya Suryati, pantauan Wartakotalive.com pekerja lainnya juga memungut limbah-limbah barang elektronik yang terbakar.

Di lahan seluas 3.500 meter persegi itu memang banyak ditemukan pecahan lampu dan barang elektronik yang terbakar.

Pascakebakaran bau menyengat bahan kimia terbakar masih tercium di kawasan pabrik yang terbakar.

Bau semakin tercium saat memasuki kawasan pabrik.

Asal Api dari Mess

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya api dari pabrik plastik yang terbakar di Kamal, Kalideres, diduga berasal dari mess karyawan.

Mess tersebut dihuni sekira 30 orang dan baru dibangun beberapa bulan lalu.

"Katanya api dari mess di dalam, tapi entah dari listrik atau kompor saya tidak tahu," kata Jaka (50) saat ditemui di lokasi kejadian Kamis (21/11/2019).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved