Rabu, 8 April 2026

Kebakaran

Pabrik Plastik Seluas 3.500 Meter Persegi Terbakar, Kerugian Rp 60 Juta, Sumber Api dari Mess

Pabrik Plastik Seluas 3.500 Meter Persegi Terbakar di Kamal, Kerugian Rp 60 Juta, Sumber Api dari Mess

Penulis: Desy Selviany |
Warta Kota/Desy Selviany
Petugas pemadam padamkan api di pabrik dan gudang limbah plastik di Kampung Gaga, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (21/11/2019) 

Pabrik dan gudang plastik di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Hal itu dijelaskan Kasie Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Rompis Romlih.

"Diperkirakan kerugian yang menghanguskan lapak pengolahan sampah plastik seluas 3.500 meter persegi itu capai Rp60 juta," kata Rompis dalam keterangan tertulisnya Kamis (21/11/2019).

Rompis mengungkapkan pabrik dan pengolahan limbah plastik itu milik pengusaha bernama Ko Ki Ya.

Pantauan Wartakotalive.com pabrik rata dengan tanah 2 jam pascaterbakar. Hanya sisa seng-seng yang tertinggal dari insiden tersebut.

Kata Rompis laporan diterima unit pemadam pukul 07.50 WIB. Unit pemadam tiba pukul 08.30 WIB dan api berhasil dikendalikan pukul 09.00 WIB. Tidak sampai 30 menit petugas langsung melakukan pendinginan.

Pendinginan terpantau selesai hingga pukul 11.30 WIB.

Selain itu kata Rompis sejumlah unit pemadam dari Tangerang sampai dikerahkan.

"Awalnya 7, tapi ditambah jadi 23 unit, 17 unit Jakarta Barat dan 6 unit Tangerang," kata Rompis dalam keterangan tertulisnya.

Kata Rompis petugas sempat kesulitan menjangkau lapak pengolahan sampah plastik yang terletak di Jalan Kampung Gaga RT.04 RW.13 No. 118.

"Unit terkendala macet karena ada perbaikan jalan," jelas Rompis. 

Pascakebakaran, Pegawai Pabrik Plastik Punguti Sisa Kuningan untuk Dijual

Diduga Sumber Api dari Mess

Api dari pabrik plastik yang terbakar di Kampung Gaga, Kamal, Kalideres, diduga berasal dari mess karyawan. Mess tersebut dihuni sekira 30 orang dan baru dibangun beberapa bulan lalu.

"Katanya api dari mess di dalem, tapi entah dari listrik atau kompor saya tidak tahu," kata Jaka (50) saat ditemui di lokasi kejadian Kamis (21/11/2019).

Kata Jaka, mes tersebut dihuni sekira 30 karyawan. Di dalamnya terdapat pekerja laki-laki dan perempuan yang juga membawa serta anak dan istri.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved