Rabu, 3 Juni 2026

Berita Bogor

Cegah Penyebaran DBD, Pengurus Rahmat Yasin Center Gelar Aksi Bersih Lingkungan

Pengurus Rahmat Yasin Center (RYC) dari 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor melakukan aksi bersih lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk Aides Egypti

Tayang:
Wartakotalive.com/Adi Kurniawan
Untuk mencegah terjadinya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pengurus Rahmat Yasin Center (RYC) dari 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor, melakukan aksi bersih lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk Aides Egypti. 

Pada bulan Maret angkanya melonjak hingga 200 kasus. Pemerintah daerah lalu melakukan berbagai upaya pencegahan di lingkungan masyarakat sehingga pada April angkanya menurun jadi 152 kasus.

UPDATE Keluarga Co Pilot Gantung Diri Ogah Tanggapi Penyebab Nicolaus Tewas, Lion Air Group Berduka

Rizieq Shihab Dipersilakan Pulang ke Indonesia, Mahfud MD Sebut Rizieq Tak Pernah ke KBRI di Jeddah

Partai Gelora Kota Bekasi Siap Menerima Anggota Baru, Termasuk dari PKS

"Terakhir bulan Mei kembali turun dibanding bulan sebelumnya menjadi 130 kasus, sehingga bila ditotal ada 610 kasus dari Januari-Mei 2019," ujar Dezi pada Ahad (23/6/2019).

Dezi mengatakan, penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aigepty.

Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan wabah penyakit ini.

Selain melalui pengasapan atau fogging, pemerintah juga telah membentuk 80 lebih kader jumantik di seluruh puskesmas yang ada.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019).
Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Mereka bertugas di 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi.

Menurutnya, kader jumantik bertugas melakukan pengawasan dan sosialisasi tentang bahaya DBD ke rumah-rumah warga.

Bahkan kader jumantik wajib memberantas jentik nyamuk bila ditemukan di permukiman warga.

"Kami juga minta kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, terutama yang tinggal berdekatan dengan kebun.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019).
Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019). (Warta Kota/Nur Ichsan)

"Warga juga membersihkan barang-barang atau suatu tempat di rumahnya dari genangan air karena berpotensi menjadi sarang nyamuk," kata Dezi.

Meski penyakit ini mematikan, namun pemerintah mencatat belum ada yang sampai meninggal dunia dari wabah ini.

Mereka langsung mendapat perawatan di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta begitu dinyatakan terkena DBD.

"Gejala yang timbul dari penyakit ini seperti demam tinggi, timbul ruam merah di kulit dan menurunnya trombosit darah hingga di bawah 100.000/mm3," imbuhnya.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019).
Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati menambahkan, pihaknya juga sudah meminta rumah sakit swasta selalu intens menjalin koordinasi.

Salah satunya, terkait laporan kasus DBD yang baru saja terindikasi ataupun yang sudah positif.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved