Antara Tren, Kemudahan, dan Cashback: Ngopi di Era Sekarang
Beberapa tahun terakhir, tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat seiring menjamurnya kedai kopi hingga kafe.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Beberapa tahun terakhir, tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat seiring menjamurnya kedai kopi hingga kafe.
Kegiatan minum kopi telah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat.
Selain untuk menghilangkan rasa kantuk, kopi juga cocok untuk jadi teman nongkrong dan bekerja.
Sebut saja, Grace Olivia.
Perempuan muda ini betah lama-lama nongkrong di gerai kopi sambil menyeruput kopi.
• Orang Terkaya di Dunia, Bill Gates Kembali Unggul dari Jeff Bezos
Menurutnya, kedai kopi kekinian adalah tempat nyaman untuk mengetik berita karena terdapat jaringan wifi, colokan listrik serta pendingin ruangan.
Selain itu, iming-iming potongan harga (cashback) dari Go-Pay juga buat Grace tertarik.
Dengan harga lebih hemat, dia masih tetap bisa minum kopi sambil mengerjakan tugas di tempat yang nyaman.
“Didukung era cashback, jadi makin terfasilitasi buat ngopi-ngopi, tiap hari lumayan ada bonusnya,” kata Grace, beberapa waktu lalu.
Tak jarang, sebelum mengunjungi kedai kopi, ia mengecek promo menarik apa saja yang ditawarkan oleh gerai kopi maupun aplikasi pembayaran.
• Ada Enam Negara dengan Populasi Tidak Stabil Gara-gara Warganya Tolak Punya Anak
Grace mulai sering membeli kopi melalui aplikasi sejak masuk dunia kerja pada dua tahun lalu.
Dalam sekali kunjungan, ia bisa menghabiskan uang sebesar Rp 50.000 – Rp 100.000.
Grace tidak sendiri.
Nyata kehadiran teknologi dalam industri kopi juga telah terjadi di negara lain.
Dalam “Using Technology to Drive Growth in the Coffee Industry” yang dimuat di situs Xtalks (2018), Katty Gallo menyatakan bahwa menuju akhir 2018 dan seterusnya, dunia kopi semakin membutuhkan keberadaan teknologi untuk mendorong pertumbuhan industri sekaligus menjawab perubahan zaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kopi1607.jpg)