Rabu, 15 April 2026

Bom Medan

Ferdinand Posting Omongan UAS Soal Perbedaan Gerakan Syahid dan Bom Bunuh Diri

Dua hari sebelum bom Medan meledak, Ferdinand posting pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) Soal Gerakan Syahid beda dengan bom bunuh diri.

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dian Anditya Mutiara
twitter @ferdinandhaean2/ instagram @ustadzabdulsomadofficial
Ferdinand Hutahaean dan Ustadz Abdul Somad 

Dua hari sebelum bom Medan meledak, Ferdinand Hutahaean lewat status twitternya, @ferdinandhaean2; pada Senin (11/11/2019), memposting ulang potongan video yang berasal dari akun @wagimandeep.

Potongan video tersebut berisi pernyataan Ustadz Abdul Somad tentang beda gerakan syahid dengan aksi bom bunuh diri.

Pernyataan tersebut terlihat dari potongan ceramah ketika Ustadz Abdul Somad menyampaikan Kajian Subuh Sabtu di Masjid An-nur sekitar dua hingga tiga tahun lalu.

Ketika itu, Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang makna aksi bom bunuh diri di Palestina.

Satu Bomber Polrestabes Medan Masih Dikejar, Mahfud MD Bilang Teroris Sekarang Muda-muda

Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan dalil tentang Amaliyah Istisyhadiyah.

Dalil yang disampaikan ketika Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat berjuang dalam perang uhud itu berisi penjelasan beda bom bunuh diri dengan gerakan syahid.

Menurut Ustadz Abdul Somad, Adapun orang yang mengejek tentang Amaliyah Istisyhadiyah atau gerakan syahid menurutnya merupakan kaki tangan bangsa asing.

Sebab umat muslim yang melakukan gerakan Amaliyah Istisyhadiyah merupakan orang-orang yang meninggal dunia dengan syahid.

Mahfud MD: Berkaca dari Kasus Penusukan Wiranto, Bom Medan Pintu Masuk Bongkar Jaringan Terorisme

Padahal sesuai dengan katanya, syahid merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang muslim apabila meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah.

Penghargaan bagi seorang yang meninggal karena syahid pun sesuai dengan firman Allah SWT akan diganjar dengan kekal di dalam surga.

Alasannya karena seorang muslim yang melakukan gerakan syahid atau Amaliyah Istisyhadiyah itu telah berjuang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam menegakkan agama Allah.

"Amaliyah Istisyhadiyah, itu dalil perang Uhud, ada pun orang yang mengejek 'ini mati konyol', ini adalah antek-antek zionis Amerika, orang mati syahid mereka katakan mati konyol," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Kita pun ikut latah mengatakan,'berita pagi ini, telah mati, gerakan bom bunuh diri'. Jangan katakan bom bunuh diri!," tegasnya.

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Kenakan Jaket Ojol, Driver Ojol: Itu Merusak Citra Kami

Dirinya pun menyayangkan ketidakmampuan wartawan dalam menempatkan istilah aksi Amaliyah Istisyhadiyah sebagai bom bunuh diri.

Dirinya menjelaskan jika hal tersebut bukanlah gerakan bunuh diri, tetapi gerakan mati syahid.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved