Perang Dagang, AS-China Akhirnya Mencapai Kesepakatan
China dan AS sepakat untuk menghapus bea masuk tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing kedua negara.
WARTA KOTA, PALMERAH--- China dan AS sepakat untuk menghapus bea masuk tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing kedua negara.
Adapun penghapusan bea tambahan bakal dilakukan secara bertahap.
Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, mengatakan, kesepakatan itu tercapai usai kedua belah berdiskusi secara serius selama dua minggu terakhir.
"Selama dua minggu terakhir, kedua tim negosiasi melakukan diskusi yang serius. Mereka setuju untuk menghapus bea tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing dalam fase yang berbeda, kata Gao Feng dikutip CNBC, Jumat (8/11/2019), seperti dilansir Kompas.com.
• Berikut 9 Aturan yang Bikin Warren Buffett Mencetak Keuntungan Hingga Jutaan Persen
Gao Feng mengatakan, untuk mencapai kesepakatan tahap pertama, kedua belah pihak harus secara bersamaan membatalkan tarif tambahan dengan proporsi yang sama pula.
"Adapun berapa banyak tarif yang harus dihapus, kedua negara dapat bernegosiasi berdasarkan isi perjanjian fase-satu. Itu merupakan kondisi penting untuk menandatangani perjanjian awal," kata Gao.
Sejalan, juru bicara Gedung Putih, Stephanie Grisham, mengatakan, hal serupa.
Dia mengatakan, pihaknya sangat optimis kedua belah pihak segera mencapai kesepakatan yang telah dijanjikan.
"Kami administrasi Trump optimis kedua belah pihak akan mencapai kesekatan segera," katanya.
• Kurang Kesadaran, Penderita Diabetes Terus Meningkat di Indonesia
Kesepakatan perdagangan fase pertama antar kedua negara menjadi harapan baru bagi investor.
Pelaku pasar juga mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan akhir bulan November ini, setelah Washington dan Beijing bertemu akhir pekan lalu.
Kendati demikian, para analis justru skeptis kesepakatan akan mampu mengatasi tekanan Trump kenapa Xi Jinping.
Ekonom berpendapat kedua negara masih membutuhkan kesepakatan yang lebih komprehensif.
Terlebih yang paling teranyar, pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember 2019.
• Dampak Obligasi, Reksadana Pasar Uang Masih Memberikan Untung
Penundaan pertemuan artinya menunda pula kesepatakatan perdagangan sementara antar kedua negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/efek-perang-dagang_90iok9.jpg)