Senin, 8 Juni 2026

Ruang Perbaikan Infrastruktur Masih Terbuka Lebar

Pembangunan infrastruktur yang masif dalam lima tahun ke depan dipandang bakal terus berlanjut.

Tayang:
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi. 

Belum lagi Thailand yang 100 persen sudah teraspal sepenuhnya.

Berwisata ke China, Turis Asing Bisa Pakai Aplikasi Pembayaran Alipay dan WeCaht

"Hal inilah yang mendasari, kami berkeyakinan ke depan ruang untuk perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas masih akan berlanjut dengan tidak hanya mengandalkan anggaran negara semata," ujar Feb.

Adapun dalam lima tahun belakangan, data World Bank memperlihatkan infrastruktur index Indonesia telah menunjukkan perbaikan.

Indonesia melaju dari peringkat 60 menjadi peringkat ke-52 tahun 2017-2018. Peringkat tersebut membawa Indonesia lebih naik ketimbang India dengan peringkat 66 dan Filipina dengan peringkat 97.

Rahasia Dibalik Gaji CEO, Nominalnya Bikin Iri

Untuk menaikkan peringkat lagi, Bappenas telah memperkirakan memerlukan total belanja infrastruktur sekitar Rp 6.421 triliun untuk periode 2020 – 2024.

Dari total kebutuhan pendanaan, pemerintah mengandalkan anggaran negara sekitar 37 persen, BUMN sekitar 21 persen, dan swasta sekitar 42 persen.

"Disinilah perlunya kerja sama seluruh pihak baik pemerintah, BUMN, maupun swasta untuk duduk bersama menciptakan kepastian hukum dan investasi, agar saling tertarik dan melengkapi dalam pembangunan," katanya.

Suku Bunga Cenderung Turun, Banyak Perusahaan Menerbitkan Obligasi Global

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ruang Perbaikan Infrastruktur Masih Terbuka Lebar, Ini Sebabnya

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved