Minggu, 12 April 2026

Suku Bunga Cenderung Turun, Banyak Perusahaan Menerbitkan Obligasi Global

Jelang akhir tahun, banyak perusahaan menerbitkan obligasi global atau global bond.

adobe
Ilustrasi obligasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Jelang akhir tahun, banyak perusahaan menerbitkan obligasi global atau global bond.

Perusahaan menerbitkan obligasi, misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan juga Adaro Indonesia.

Kabarnya, PLN bakal menerbitkan global bond sebanyak Rp 21 triliun di akhir 2019.

Dana tersebut, rencananya bakal digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).

Genjot Investasi, Ekonom Bilang: Investasi Asing yang Masuk Harus Dikontrol

Selanjutnya, TBIG juga berencana menerbitkan global bond berdenominasi dolar AS senilai 650 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,1 triliun.

Ada juga Adaro Indonesia yang bakal menerbitkan global bond 750 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 10,51 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Melihat rencana-rencana tersebut, Senior Vice President Recapital Asset Management, Rio Ariansyah, mengatakan, sudah sewajarnya pasar obligasi Tanah Air mulai marak di akhir tahun ini.

Khususnya, setelah Bank Sentral Indonesia (BI) terus memangkas suku bunga acuan hingga ke level saat ini di lima persen.

Ini Kata Pendiri Hedge Fund Terbesar di Dunia yang Juga Miliarder soal Sukses: Pemimpi dan Realis

"Global bond akan selalu menarik di era suku bunga turun. Apalagi US Treasury untuk tenor 10 tahun juga mengalami tren penurunan. Ini linear (sejalan) dengan suku bunga di Indonesia," kata Rio baru-baru ini.

Rio mengatakan, paling baik investor bisa belanja obligasi dilakukan di era suku bunga sedang tinggi-tingginya, kemudian ditahan sampai suku bunga mengalami tren penurunan.

Untuk itu, baik investor ritel maupun investor korporasi memiliki strategi yang berbeda sesuai kondisi.

Misalnya, untuk investor korporasi, tren belanja obligasi umumnya dilakukan secara simultan.

Artinya, begitu perusahaan memiliki dana segar atau cash mereka bisa langsung membelanjakannya ke global bond, sesuai dengan arahan investasi.

Ini yang Membuat Bill Gates Ketakutan

Sedangkan untuk investor ritel, strategi investasi global bond yang bisa diterapkan cenderung terbatas.

Ini karena, umumnya dana yang dimiliki investor ritel cenderung terbatas. Alhasil pemilihan waktu pembelian dinilai benar-benar krusial.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved