Berita Bekasi
HEBOH Ormas Minta Jatah Parkir Minimarket, Begini Kata Pengusaha Alfamart
Viral video Organisasi Masyarakat (ormas) di Kota Bekasi terkait permintaan kerjasama untuk pengelolaan uang parkir.
Penulis: Muhammad Azzam |
Viral video Organisasi Masyarakat (ormas) di Kota Bekasi terkait permintaan kerjasama untuk pengelolaan uang parkir.
Video yang menampilkan aksi unjuk rasa beberapa ormas di Kota Bekasi itu menuntut "jatah" pengelolaan parkir minimarket.
Video itu diambil saat unjuk rasa ormas pada 23 Oktober 2019 di depan SPBU Narogong, Rawalumbu.
Dalam video tersebut, telontar serangkaian tuntutan dari anggota-anggota ormas agar Pemerintah Kota Bekasi dan pengusaha minimarket "bekerja sama" dengan ormas agar mereka berhak menarik tarif parkir di minimarket.
Menanggapi hal itu, Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya, Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Bekasi terkait aturan pengelolaan parkir itu.
• VIRAL Posisi Aneh Mobil Tersangkut di Selokan Air Kalideres, Ini Kata Polisi
• 2 Juta Penonton Saksikan Film Terbaru Gong Yoo dalam 11 Hari di Bioskop Korea Selatan
• Anggaran TROTOAR di Jakarta Capai Rp 1,1 Triliun, Ini Penjelasan Kepala Dinas Bina Marga DKI
• Film Perempuan Tanah Jahanam Jadi Box Office, Christine Hakim Bersyukur Dilibatkan Joko Anwar
Pihaknya akan tunduk atas semua peraturan pemerintah tersebut.
Baik itu Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah maupun Intruksi Wali Kota Bekasi Nomor 974/128/TU yang terbit pada 9 Februari 2017 tentang pengelolaan retribusi parkir bahwa parkir di tepi jalan dan tempat usaha menjadi kewenangan Bapenda Kota Bekasi.
"Kami masih menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah, intinya kami nantinya akan mengacu pada peraturan daerah," ujar Reza ketika dikonfirmasi, Selasa (5/11/2019).
Akan tetapi perusahaan mengharapkan titik tengah antara Pengusaha, Ormas dan Pemerintah terkait pungutan parkir, agar mendapatkan solusi yang terbaik dalam menjaga kenyamanan masyarakat dan tidak memberatkan pengusaha lokal.
"Kami tunduk pada semua peraturan pemerintah yang berlaku, termasuk peraturan Pemerintah Kota Bekasi terkait pengelolaan parkir. Tapi alangkah baiknya jika ada titik tengah terkait aturan itu karena demi menjaga kenyamanan pembeli dan tidak memberatkan pengusaha," paparnya.
• Ketika Para Lansia yang Keriput Sibuk Mencari Malaikat Izrail Si Pencabut Nyawa
Sebelumnya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menyebut mengakui menggandeng ormas dalam pengelolaan parkir di minimarket.
Ormas nantinya akan menjadi operator dalam pemungutan parkir di minimarket Kota Bekasi.
Ia menyebut pihak melakukan hal itu karena tengah melakukan ekstensifikasi atau perluasan objek pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir minimarket di Kota Bekasi.
"Kita lagi ekstensifikasi, penggalian potensi pajak. Kenapa ada ini kita engga tarik? Kalau retribusi kan engga mungkin itu lahannya milik dia. Yang paling cocok ya pajak. Pajak itu kan dia wajib pajak. Nah tinggal pajak itu dikelola oleh dia atau dikelola oleh pihak ketiga," jelas Pepen.
• Radikalisme Salah Kaprah di Negara Bhinneka Tunggal Ika, Gantinya Manipulator Agama?
Akan tetapi aturan itu masih digodok termasuk keterlibatan ormas dalam penarikan pajak tersebut.
"Aturannya belum jadi, kita masih bahas dan kaji seperti apa sistemnya nanti untuk pemberdayaan kepada teman-teman ormas ini. Termasuk semuanya harus berjalan sesuai ketentuan," ucap Rahmat.
Rahmat menilai semua itu harus sesuai 'rule of the game', semua penerapan termasuk keterlibatan ormas harus menjadi kesepakatan semua pihak.
Rahmat memberikan contoh, seperti pengelolaan parkir di Mal menggunakan pihak ketiga secure parking untuk menarik tarif parkir.
"Nah ini kita kan lagi melakukan pemberdayaan kepada teman-teman (ormas). Tapi pemberdayaan itu kan harus pakai aturan, bukan otot kan. Saat aturan main itu ya sama semua. Ada wajib pajak, berarti kan ada NPWP-nya, ada izin operasional. Atau perorangan, you juga bisa tapi harus punya izin, izin operasionalnya," ungkap Rahmat.
• Ahok BTP: Justru e-Budgeting Ungkap Pembelian Lem Aibon dan Pulpen
Sehingga saat dilakukan, lanjut Rahmat, pemerintah bicara dengan pengusaha itu, terkait hal tersebut.
"Kita kan bicara ke pengusaha, 'hei ini pemberdayaan', ayo supaya kota kondsuif. Mereka kan dari grassroot. Tapi supaya aman, jangan keluarkan sifat-sifat tadi, ya premanisme, yang kasar-kasar lah. Tapi yang lembut-lembut lah supaya investasi tidak ditarik. Niatnya kan gitu, tapi ini malah heboh gitu," paparnya.
Sebelumnya, sebuah video viral berisikan aksi unjuk rasa organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Bekasi yang menuntut pengelolaan parkir diseluruh minimarket.
Dalam video viral, dituliskan narasi bahwa Ormas itu meminta paksa agar para pengusaha minimarket bekerjasama dengan mereka untuk pengolahaan lahan parkir.
Setelah ditelusuri rupanya itu terjadi di salah satu minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu, (23/10/2019) lalu.
• Anggota DPRD DKI Pertanyakan Anggaran Konsultan Kampung Kumuh Rp 556 Juta
Sebelumnya beredar video viral Ormas Kota Bekasi pada Senin (4/11/2019).
Dalam tulisan postingan itu dituliskan
*Ormas2 di’Bekasi” meminta dengan paksa semua Pengusaha Alfamart, Indomart & Alfamidi untuk bekerja sama dengan mereka, agar jangan sampai mereka menjadi maling & garong...*
*Itu permintaan Ormas2 di’Bekasi... & hal tsb didukung juga oleh seorang Pejabat yg mewakili walikota Bekasi...*
*Waduh... Walikota memfasilitasi Pemeras disaksikan oleh Polisi...*
*Dan itu di’Bekasi yg hanya 30 menit dari Pusat Pemerintahan...*
• Ini Tiga Kritik KERAS Pengamat Soal Anggaran Lem Aibon Capai Rp 82,8 Miliar di Disdik DKI
*Halo Pak Kapolri...*
*Halo Pak Panglima TNI...*
*Halo Pak Mendagri...*
*Halo Pak Menko Polhukam...*
*Halo Pak Menhan...*
*Segeralah bertindak...*
*NKRI adalah Negara Hukum...*
Dalam orasinya meminta agar pengelolaan minimarket Alfamart maupun Indomaret.
• Pagar Mewah Rp 80 Juta Roboh Karena Perbaikan Selokan Air, Pemilik Tuntut Ganti Rugi
Dalam video itu memperlihatkan kerumunan massa ormas yang sedang berorasi. Kemudian ada seorang pejabat Kota Bekasi yang melakukan mediasi akan, antara ormas dan pengelola minimarket.
Pengelola minimarket diminta paksa agar dapat bekerjasama pengeolaan parkirnya dengan ormas. (MAZ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/an-antar.jpg)