Mario Balotelli Dinilai Tak Mampu Selamatkan Bresia dari Degradasi
Setelah kekalahan dari Inter Milan, beberapa analis meragukan kemampuan Balotelli untuk membebaskan Brescia dari ancaman degradasi.
Hingga pekan ke-10 Serie A Italia 2019-2020, Brescia masih terdampar di zona merah degradasi.
Mario Balotelli yang digadang-gadang bisa mengatrol performa Bresica ternyata gagal.
Balotelli benar-benar menikmati kebersamaan dengan Brescia yang merupakan kampung halamannya.
Setiap hari ia makan siang dengan sang ibu, sebelum berlatih secara rutin.
Putrinya yang berusia enam tahun, Pia, bahkan juga sering hadir untuk mendukung performa Balotelli.
Ia mampu menarik simpati ketika menggendong Pia menuju pinggir lapangan.
Presiden Brescia, Massimo Cellino, rela merogoh kocek sangat dalam demi mendatangkan Balotelli.
Tapi hingga pekan ke-10, Balotelli gagal mengatrol performa Brescia.
• Dua Bintang Goblin Lee Dong Wook dan Gong Yoo Akan Reuni di Layar TV
• Polisi Pastikan Jungkook BTS Tidak Mabuk saat Menabrak Taksi
• BTS dan Bang Hyung Sik Dianggap Orang Terkuat di 2019
Pada pekan kesembilan pekan lalu, misalnya, Brescia kalah 1-2 dari Inter Milan.
Tapi performa Brescia sangat menawan, bahkan mampu menciptakan beberapa peluang di babak kedua.
Padahal sebelum membela Brescia, performa Balotelli tergolong impresif. Baik bersama Nice maupun Marseile.
Selama setengah musim bermain di Marseille, Balotelli mengemas delapan gol dan satu asis dari 23 penampilannya.
Sedangkan bersama Nice selama 2,5 musim, ia mencetak 43 gol dan 4 asis dari 76 penampilan di semua kompetisi.
Kehadiran Patrick Vieira di Allianz Rivieira pada musim panas 2018 mengakhiri karier Balotelli bersama Nice.
Setelah kekalahan dari Inter Milan, beberapa analis meragukan kemampuan Balotelli untuk membebaskan Brescia dari ancaman degradasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150718-mario-balotelli_20150718_044254.jpg)