Bakal Tanding di Jepang, Ronald dan Arya Ingin Harumkan Nama Indonesia
Dua pemenang Gunpla Builders World Cup (GBWC) 2019, Ronald Madi (33) dan Arya Mikhail Ibrahim Soedjono (13) menyatakan siap bertanding di Tokyo.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Dua pemenang Gunpla Builders World Cup (GBWC) 2019, Ronald Madi (33) dan Arya Mikhail Ibrahim Soedjono (13) menyatakan siap bertanding di Tokyo, Jepang awal 2020.
Ronald dan Arya bertekad mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ronald meminta doa restu dirinya dan Arya bisa pulang membawa piala kemenangan. Apalagi sepengetahuannya Indonesia belum pernah meraih hasil juara.
“Indonesia itu sampe sekarang nggak pernah bawa piala open. Harapan saya semoga bisa banggakan Indonesia dan harumkan nama Indonesia di sana,” kata Ronald, Senin (4/11/2019).
• Unggahan Terakhir Pembalap Afridza Munandar Banjir Dukacita dan Simpati, Keluarga Sangat Terpukul
• HM Arsyad Cannu Terpilih Jadi Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih
• HM Arsyad Cannu Terpilih Jadi Ketua Umum Markas Besar Laskar Merah Putih
Warga Temanggung, Jawa Tengah itu mengaku masih belum percaya dengan pencapaian yang diraihnya. Alhasil ia belum persiapan seperti apa yang akan dlakukan untuk tahun depan.
“Jujur awalnya masih belum nyangka bakal saya kepilih. Jadi, saya belum tahu persiapan sampe sejauh mana, ke sananya aja belum tahu gimana,” katanya.
Pengakuan tidak jauh berbeda juga disampaikan Arya yang mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut perihal persiapan melawan peserta dari berbagai negara di Tokyo, Jepang.
“Belum (persiapan), sama aja. Masih nunggu keputusan juri dulu,” kata pelajar asal Bandung, Jawa Barat, itu.
• Belajar dari Internet, Cahyo Merakit Senjata Api dari Airsoft Gun
• Nostag-10 Milik PT SGI dari Indonesia Garap Proyek Kabel Listrik Bawah Laut Singapura-Malaysia
• Belajar dari Internet, Cahyo Merakit Senjata Api dari Airsoft Gun
Di sisi lailn, Ronald mengaku sudah memantau calon-calon lawan yang akan dihadapi nanti. Peserta dari tuan rumah diyakini menjadi lawan berat. “Paling berat saya lihat, walau belum ada pengumunan, so far paling berat itu Jepang,” tegas Ronald.
Perwakilan Multy Toys, Pemegang Lisensi Gundam di Indonesia, Erik Thianto, mengatakan dalam kompetisi ini yang diutamakan adalah orisinalitas dari para peserta dalam merakit Gunpla.
Para Modeller Pro (sebutan untuk perakit Gunpla) dan Gunpla Builder kelas dunia beradu prestasi, skill dan kemampuan menghasilkan karya-karya terbaiknya dalam kompetisi internasional itu.
• Satu Rumah Kos 36 Pintu Terbakar di Cengkareng
• Meski Menang 1-0 dari PSIS Putri, Persija Jakarta Putri Belum Naik Peringkat
“Penilaiannya ditekankan bagaimana merakit gundam, ketelitian, komposisi warna yang pas serta ide orisinalnya. Sparepart juga harus asli yang dikeluarkan Bandai Jepang,” cap Erik.
Adapun juri tunggal dalam event itu yakni Director of Promotion and Marketing Departmen of Gunpla Bandai Katsumi Kawaguchi yang juga seorang Modeller Pro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemenang-bgwc-2019.jpg)