BPJS Kesehatan

Tarif Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Humas RSUP Fatmawati Terima Banyak Keluhan

KEPALA Promosi Kesehatan dan Humas RSUP Fatmawati Atom Kadam memiliki kisah unik terkait kenaikan tarif iuran BPJS Mandiri di semua kategorinya.

Tarif Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Humas RSUP Fatmawati Terima Banyak Keluhan
Istimewa
ILUSTRASI BPJS Kesehatan 

"Ngga sanggup kata si pasien. Karena dia punya anak empat, dia mandiri (BPJS kelas II). Rp 110.000 × 6 sama dengan Rp 720.000..."

KEPALA Promosi Kesehatan dan Humas RSUP Fatmawati Atom Kadam memiliki kisah unik terkait kenaikan tarif iuran BPJS Mandiri di semua kategorinya.

Atom bercerita, dirinya kerap mendapati pertanyaan dari pengguna BPJS Mandiri yang merasa keberatan dengan adanya kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per awal tahun 2020.

Pertanyaan-pertanyaan ini diperoleh dari masyarakat di lingkungannya yang mengira dirinya turut berperan andil dalam kenaikan tarif iuran yang dirasa membebani masyarakat.

Harus Bayar Rp 800.000 Per Bulan, Peserta BPJS Kesehatan Lebih Memilih Turun Kelas

UMP Naik Dinilai Buruh Percuma Karena Sama Saja Bohong dengan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Tiusa, Gunung Karang Penuh Tantangan di Samudra Indonesia

Ia mengatakan, alasan pertanyaan itu dilontarkan para tetangganya lantaran dirinya yang menjabat Kepala Promosi Kesehatan dan Humas RSUP Fatmawati.

"Iya (dianggap pejabat BPJS), kaya tetangga-tetangga saya yang pengguna BPJS mandiri itu menanyakan gimana ini pak naik? Nanya ke saya, saya juga kaget kok nanyanya ke saya," ucap Atom dibarengi dengan tawanya kepada Wartakotalive.com saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Tak hanya sampai di situ, bahkan dirinya sempat mendapati keluhan yang disampaikan pasien kepada dirinya ketika sedang bertugas.

Ia menceritakan, saat tengah bertugas di RSUP Fatmawati, ada pasien yang mengeluh perihal ketidaksanggupannya membayar iuran BPJS yang naik.

Ersya Aurelia dan Bryan Domani Kembali Berduet di Serial Premier Berjudul I Love You Baby

Tiga Sahabat Dylan Carr di FTV Doakan Kesembuhan Dylan setelah Alami Kecelakaan 

Ada Sneaker Seharga Mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 1 Juta di Event Jakarta Sneaker Hub

Pasien itu tercatat sebagai pengguna BPJS Mandiri kelas II yang sebelumnya bertarifkan Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per bulan.

"Ngga sanggup kata si pasien. Karena dia punya anak empat, dia mandiri (BPJS kelas II). Rp 110.000 × 6 sama dengan Rp 720.000. Dia bilang waduh saya ngga ada uang buat bayar itu ke BPJS. Gimana ya pak kalau kayak gitu? Waduh, saya bilang saya ngga ngerti deh pak," kenang Atom.

Menurut Atom, kelihan seperti itu sangat sering ditemui dan didengarnya, termasuk warga di lingkunga RT nya,

"Itu semua yang dikeluhkan orang di lingkungan saya, hampir semua sama begitu," ujar Atom.

Kenaikan tarif iuran BPJS Mandiri di semua kategori telah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 24 Oktober lalu melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019.

Kenaikan itu cukup mendapatkan protes dari kalangan masyarakat dikarenakan nilai kenaikan sebesar seratus persen. (M23/Rizki Amana)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved