Senin, 18 Mei 2026

Jokowi Usul Istilah Radikalisme Diganti dengan Manipulator Agama, Setuju?

Dalam rapat terbatas (ratas) pada Kamis (31/10/2019) kemarin, Jokowi meminta jajarannya melakukan upaya serius mencegah radikalisme.

Tayang:
Penulis: |
Biro Pers Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo memimpin Kabinet Paripurna perdana yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). 

Buku ini dinilai penting dibaca publik dan para pengambil kebijakan dalam rangka memperkuat jati diri masyarakat.

Terutama, dalam memahami fenomena radikalisme.

Karena, radikalisme bukan representasi mayoritas umat beragama di Indonesia yang dikenal ramah, santun, serta toleran.

 Mendikbud: Karaoke Berjam-jam Bisa, Nyanyi Indonesia Raya Tiga Stanza Protes

Buku ini juga bagian dari cara pencegahan radikalisme.

Buku tersebut juga memuat tentang kajian konseptual, pengalaman empirik, strategi penguatan, dan implementasi moderasi beragama.

Disinggung soal pelaku yang mengatasnamakan agama untuk menusuk Wiranto, Lukman meluruskan tentunya setiap agama mengajarkan kebaikan, menghargai harkat dan martabat manusia.

 IBU Ini Menangis Histeris Bangunkan Anaknya yang Tewas Kesetrum: Jangan Ambil Arfan Ya Allah!

"Itulah kenapa setiap agama menolak cara kekerasan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada:"

"Karena setiap agama pasti mengajak terwujudnya kedamaian dengan menebarkan kasih sayang," paparnya.

Sementara, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan prihatin atas penikaman Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

 Edy Rahmayadi Semprot ASN Sumut: Angkat Kursi Lama Kali, Macam Anak TK Aja Kalian

Ketua PBNU Robikin Emhas meminta agar kejadian tersebut tak dikaitkan dengan agama tertentu, apalagi Islam.

Polri menyatakan pelaku penusukan diduga terpapar paham ISIS.

Ketua PBNU Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, motif penusukan oleh mereka yang terpapar ISIS adalah pejabat publik dan polisi.

 BEDA Kronologi Penganiayaan Ninoy Karundeng Versi PA 212 dan Korban, Siapa yang Benar?

"Segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran. Oleh karena itu jangan ada yang mengaitkan dengan agama."

"Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin)," kata Robikin di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Islam, ia menambahkan, mengutuk segala bentuk kekerasan.

 Dicecar 20 Pertanyaan Nyaris 12 Jam, Munarman Mengaku Tak Tahu Penganiayaan Ninoy Karundeng

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved