Korupsi Alkes

Duit Panas Wawan Mengalir ke Para Artis hingga Biayai Pilkada Airin Rachmi

Nasib adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki babak baru.

Duit Panas Wawan Mengalir ke Para Artis hingga Biayai Pilkada Airin Rachmi
Tribunnews.com/Dany Permana
Pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (memakai rompi tahanan) kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Selasa (19/8/2014). Wawan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013. 

Tubagus Chaeri Wardana didakwa korupsi terkait pengadaan alat kesehatan. Dapat ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara atau denda 10 miliar. 

Nasib adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memasuki babak baru.

Kamis (31/10/2019) kemarin, Wawan yang telah divonis atas kasus suap sengketa pilkada, kembali dibawa ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, untuk menjalani sidang sebagai terdakwa kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam sidang itu, jaksa KPK mendakwa Wawan selaku Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (PT BPP) telah melakukan korupsi terkait pengadaan alat kesehatan sehingga merugikan negara.

Selain itu, Wawan didakwa melakukan TPPU dengan nilai mencapai Rp 579,776 miliar.

Jaksa mendakwa uang hasil tindak pidana korupsi yang diperoleh Wawan disamarkan ke dalam bentuk lain, mulai dialirkan ke sejumlah figur publik seperti Rano Karno hingga para artis ternama.

Rano Karno, sutradara dan pemeran Kasdulah alias Doel di Si Doel The Movie, menjelaskan rencana menggelar acara buka puasa bersama 6.000 orang di 2 masjid di Bekasi dan Tangerang di rumahnya, Perumahan Karang Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019) petang.
Rano Karno, sutradara dan pemeran Kasdulah alias Doel di Si Doel The Movie, menjelaskan rencana menggelar acara buka puasa bersama 6.000 orang di 2 masjid di Bekasi dan Tangerang di rumahnya, Perumahan Karang Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019) petang. (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Banyaknya data tentang dugaan korupsi dan aliran dana TPPU yang diduga dilakukan oleh Wawan disusun jaksa dalam 366 halaman surat dakwaan.

Bahkan, jaksa KPK sampai menggunakan troli dan dibantu tiga petugas pengadilan saat membawa tumpukan surat dakwaan itu ke dalam ruang persidangan.

Anggota tim jaksa KPK, Budi Nugraha mengatakan pihaknya ada beberapa materi di surat dakwaan yang lebih kurang sama sehingga hanya dibacakan pasalnya, tidak sampai pada uraiannya.

Dalam persidangan, jaksa KPK menyampaikan ada dua dakwaan untuk Wawan.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved