Pelayanan Kesehatan
Dirut RSUD Tarakan Bertekad Tambah Kapasitas Kelas III Jadi Antisipasi Meningkatnya Pasien Kelas III
Mereka yang memilih kelas I justru ingin memilik kelas III. Sehingga, akan berdampak pada peningkatan pasien kelas III.
Penulis: Joko Supriyanto |
"Ya kalo sebagai rakyat bawah pasti merasa keberatan kalo naik. Secara kalo saya aja ambil yang kelas III, di keluarga ada 4 orang udah tau perbulan kita harus nambah berapa lagi kan," kata Suyatno saat ditemui di RSUD Tarakan Jakarta.
Meski dirinya hanya sebagai driver ojek online dan sanggup membayar iuran BPJS itu, namun tetap saja, akan membebankan masyarakat terlebih yang memiliki penghasilan yang tidak tetap.
Di sisi lain, ia juga mempermasalahkan layanan BPJS yang kurang maksimal.
Sebab, ia mengaku layanam penguna BPJS kerap kali dinomor duakan, padahal, setiap bulannya, masyarakat telah dibebani untuk membayar iuran.
Sehingga, jika kenaikan tidak dibarengi dengan peningkatan layanan, sama membebani masyarakat.
"Kadang kita pakai BPJS aja di nomor duakan layakan kurang dipandang."
"Jadi, kalau pun naik dan layanannya kurang, ya sama saja, ini membebani," katanya.
• Pasien Kelas I BPJS Langsung Niat Berhenti karena Jika Iuran Naik 100 Persen Harus Bayar Rp 800 Ribu
Sementara itu hal serupa juga dikatakan oleh Noval salah seorang penguna BPJS. Ia mengatakan jika dirinya mengambil kelas I setelah menikah dengan istrinya. Kini ia pun harus menanggung beban 2 kali lipat atas kenaikan iuran BPJS ini.
"Malah saya ini baru naikin kelas pas mau nikah, sekarang udah punya anak, tapi kalo sekarang naik ya jadi nambah beban sih. Makanya kaget juga kemarin, lah ini jadi naik beneran," ujarnya.
Meski dengan adanya BPJS membantu proses persalinan anaknya karena harus dilakukan operasi cesar, ia cukup merasa keberatan atas kenaikan ini.
Namun, ia belum terpikirkan untuk menurunkan kelas BPJS miliknya.
"Belum tahu sih kalo mau turun kelas atau nggak."
"Mungkin, kita lihat dulu, kalo emang ngak sanggup ya mau ngak mau turun kelas," katanya.
Walaupun ada beberapa masyarakat yang merasa keberatan, namun Andi Pratomo (44), salah seorang warga, menyatakan, justru dia tak mempermasalahkan kenaikan iuran BPJS di tahun depan.
"Kalo saya sih ngak masalah ya kalo naik."