Senin, 4 Mei 2026

Anggaran Daerah

Mantan Staf Ahok Sebut Anies Kebobolan dan Lengah Awasi Anggaran

Ima meminta kepada Anies agar tidak menyalahan sistem e-budgeting, yang justru membantu mengungkap kasus mark up atau penggelembungan anggaran.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
instagram
Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah 

Gubernur DKI Anies Baswedan dianggap kebobolan dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah.

Mantan staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu, Anies lengah dalam mengawasi aparaturnya saat memasukkan komponen anggaran di dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

DKI Susun Anggaran Atas Harga Perkiraan Sendiri, Ini Ceritanya Lem Aibon Masuk Dokumen KUA-PPAS

“Saya lihat sekarang ini mungkin karena Gubernurnya agak lengah, jadi yang seperti itu  dimasukin. Kalau dulu jarang nemuin seperti itu,” kata  Ima  di Gedung DPRD DKI, Kamis (31/10/2019).

Penyusunan APBD DKI 2020 mendapat sorotan masyarakat luas menyusul terungkapnya pengalokasian anggaran pembelian lem merek Aica Aibon yang mencapai Rp 82 miliar oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana yang mengungkapkan persoalan anggaran itu juga menemukan kejanggalan lain.

Terkait Kritik Anggaran Lem Aibon, Anies Menduga PSI Sebagai Partai Baru Sedang Cari Panggung

Di antaranya, menemukan anggaran pengadaan ballpoint di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, yang mencapai Rp 124 miliar.

Juga pembelian beberapa unit server dan storage oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik yang dianggarkan senilai Rp 66 miliar.

Menurut Ima, hal seperti itu tidak terjadi di era Gubernur Ahok.

Bedanya Transparansi Anggaran di Pemprov DKI, Awalnya Bebas Diakses, Kini Tunggu Ramai Dulu

Komponen riil sudah dimasukkan ke dalam dokumen KUA-PPAS, sehingga pembahasan anggaran antara eksekutif dengan legislatif berjalan lancar.

Berbeda dengan di era Gubernur Anies sekarang ini. Komponen riil yang diisi oleh aparatur dilakukan dengan acak sehingga ditemukan kegiatan yang dianggap janggal ketika pembahasan KUA-PPAS.

“Kemarin kami juga kritisi, sekarang kan lagi pengurangan anggaran nih, jadi semua dipotong-potong. Cuma yang dikurangi sama mereka (eksekutif) beberapa ada hal penting,” ujar Ima.

Disemprot Politikus Senior Soal Ungkap Anggaran DKI, Ini Jawaban William dari PSI

Ima meminta kepada Anies agar tidak menyalahan sistem e-budgeting yang dibuat oleh Gubernur Ahok.

Justru dengan sistem e-budgeting itulah, kasus mark up atau penggelembungan anggaran bisa ditemukan.

“Dulu di zaman bapak juga masih ada kok yang menggelembung-gelembungin kayak kasus UPS. Justru dengan sistem e-budgeting, kayak lem aibon ini kan bisa kelihatan jelas,” katanya.

VIDEO : REKAMAN LENGKAP Temuan PSI Anggaran Lem Aibon yang Fantastis

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved