Pembunuhan

Eksekutor Percobaan Pembunuhan Suami di Kelapa Gading yang Buron Didor Polisi Saat Hendak Kabur

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk satu dari empat buronan kasus percobaan pembunuhan suami.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penjelasan terkait dengan penangkapan DPO percobaan pembunuhan suami oleh istri dan selingkuhannya di Kelapa Gading, pada September 2019 lalu, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019). 

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk satu dari empat buronan kasus percobaan pembunuhan suami oleh istri dan selingkuhannya di Kelapa Gading, yang terjadi pada September 2019 lalu.

Pelaku yang dibekuk adalah JRS, yang berperan sebagai eksekutor atau yang menusuk leher korban yakni VT.

JRS Dibekuk di rumah pamannya di Pulau Key, Maluku, Minggu (27/10/2019).

Dalam kasus ini polisi sudah membekuk dua pelaku perencana pembunuhan terhadap VT, yakni YL (40) istri VT, dan selingkuhannya, Bayu Hiyas Sulistiawan (33).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan saat akan dibekuk di rumah pamannya, JRS sempat akan kabur.

"Dia sempat akan kabur lewat belakang rumah. Sebab di belakang rumah pamannya itu ada tebing. Tapi anggota kita sudah bersiap di belakang rumah dan melumpuhkan JRS ini," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/10/2019).

Petugas katanya terpaksa melakukan tindakan terukur dengan menembak betis kaki kanan JRS.

Argo menjelaskan awalnya Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara telah membekuk dua tersangka otak perencana pembunuhan ini. Dari sana ada empat pelaku yang buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Empat DPO itu yakni JRS, BO, IB dan IM," kata Argo.

Peran keempat DPO itu kata Argo adalah JRS dan IM selaku eksekutor, lalu BO yang merekrut eksekutor dan IM sebagai Joki.

"Dalam memburu 4 DPO itu, Resmob Polda Metro Jaya membantu Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara. Hingga akhirnya menangkap salah satu DPO yakni JRS di rumah om-nya di Pulau Key, Maluku," kata Argo.

Argo menjelaskan setelah JRS melakukan penusukan terhadap korban September 2019 lalu, ia kabur ke Maluku.

"Jadi setelah melakukan penusukan, dia kemudian terbang atau kembali ke daerah Maluku," katanya.

"Kemudian kita mendapat informasi yang bersangkutan ada di Maluku, sehingga tim datang ke sana. Setelah di Maluku, tim mendapat informasi, JRS ini ada di Pulau Key," tambah Argo.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved