Rabu, 8 April 2026

Musim Kemarau

Untuk Pertama Kalinya Sumur Warga Bambu Apus Jakarta Timur Kering

Musim kemarau yang melanda Jakarta berdampak buruk bagi warga yang tinggal di RT 02/RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Musim kemarau yang melanda Jakarta berdampak buruk bagi warga yang tinggal di RT 02/RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019). 

Musim kemarau yang melanda Jakarta berdampak buruk bagi warga yang tinggal di RT 02/RW 03 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Bagaimana tidak?

Untuk pertma kalinya seluruh sumur warga mengalami kekeringan selama nyaris satu bulan terakhir.

Ketua RT 02 Adi Ismanto (41) mengatakan baru kali ini warganya berhadapan dengan musim kemarau yang mengharuskan mereka meminta bantuan air bersih dari pemerintah.

"Kalau buat warga RT 02 baru kali ini kekeringan parah, sebelumnya enggak pernah. Saya dari kecil tinggal di sini, tapi baru ngerasain sumur kering ya sekarang," kata Adi di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019).

Meski beberapa warga juga mengalami kesulitan air saat kemarau, namun baru kali ini dampaknya terasa cukup luas bahi warga RT 02.

 Terungkap Tidak Terpilihnya Yusril dan Fahri Hamzah Ungkap Parpol Dekati Presiden dengan Memecatnya

 SOSOK Franka Franklin Istri Nabiel Makarim Rekan Artis Seksi Indonesia, Tampil Memesona di Istana

 Tak Dipilih Jokowi, Ignasius Jonan Curhat Tak Pernah Duduki Kursi Menteri Hingga Minta Maaf

 PA 212 Minta Prabowo Pulangkan Rizieq Shihab dalam Waktu 100 Hari, Gerindra: Itu Bukan Tugas Menhan

Pengalaman kesulitan air pertama kali ini membuat Adi sempat ragu melapor ke Lurah Bambu Apus.

Ia mengira kekeringan tak berdampak cukup luas bagi warganya.

"Dari bulan lalu saya tahu ada warga yang sumurnya kering, tapi karena masih bisa saling berbagi air saya enggak lapor. Sekarang semua sumur kering, termasuk sumur saya," ujarnya.

Meski harus menunggu hingga tengah malam, laporan Adi ke Lurah Bambu Apus pada Rabu (23/10) kemarin malam, mendapat respon dari pemerintah.

Truk tangki kapasitas 7.000 liter yang tiba sekira pukul 22.40 WIB mampu memenuhi penampungan air warga selama beberapa saat.

 SOSOK RAJA MSWATI III Datang ke Pelantikan Presiden, Punya 15 Istri dan 23 Anak, Satu Istrinya Tewas

"Warga yang kekeringan enggak cuman RT saya, jadi pengiriman air bersihnya harus gantian. Di RT 02 ini ada sekitar 25 kepala keluarga yang terdampak. Buat warga saya mungkin ini kemarau paling parah," tuturnya.

Sebagai informasi, saat awal kemarau melanda wilayah Kecamatan Cipayung memang ditetapkan BPBD dan BMKG rawan kekeringan.

Namun Kelurahan yang berstatus rawan justru Kelurahan Halim dan Kelurahan Cipayung, bukan Kelurahan Bambu Apus dan Kelurahan Cilangkap.

Lurah Cilangkap Nasir Sugiar mengatakan 90 kepala keluarga (KK) dengan total 245 jiwa yang terdampak kekeringan dan butuh bantuan air bersih.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved