Sabtu, 9 Mei 2026

Masuk Daftar Hitam, Huawei Mengakui Sulit untuk Cari Pengganti Google

smartphone Huawei masih mengandalkan sistem operasi Android sebagai software utama.Hingga saat ini kesulitan mencari pengganti Google.

Tayang:
Kompas.com/Oik Yusuf
Huawei Mate 30 Pro. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Sudah berbulan-bulan sejak Huawei masuk ke dalam daftar hitam oleh pemerintah AS.

Sejak saat itu, Google dan beberapa perusahaan lain memutuskan bisnisnya dengan Huawei.

Alhasil, bisnis ponsel Huawei tersendat.

Sebab, smartphone Huawei masih mengandalkan sistem operasi Android sebagai software utama.

Hingga saat ini, Huawei mengaku masih kesulitan mencari pengganti Google.

Untuk Mendapatkan Hasil Luar Biasa, Tidak Perlu Melakukan Hal Luar Biasa? Ini Kata Warren Buffet

"Tantangan paling berat adalah (mencari) layanan Google. Kami masih bisa menggunakan platform Android karena open-source, tapi kami tidak bisa menggunakan layanan yang bisa menjalankan aplikasi Google," aku Joy Tan, Vice President Public Affair Huawei AS.

Huawei sebenarnya sedang mengembangkan OS sendiri bernama HarmonyOS.

Namun berkali-kali, Huawei mengatakan tetap akan memprioritaskan Android sebagai basis software.

Soal pemblokiran, Tan mengatakan, Huawei masih berusaha melobi pemerintah AS agar melonggarkan dampak pemblokiran, terutama bagi pengguna Huawei yang sudah ada.

Ia juga berusaha mendapatkan kembali akses ke teknologi yang dinilai tidak sensitif bagi keamanan dalam negeri AS.

Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Tebing Tertinggi di Pulau Jawa

Namun sampai saat ini upaya itu belum berbuah hasil. Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengisyaratan lampu hijau kepada Huawei.

Politikus partai Republik itu menjanjikan untuk mengizinkan perusahaan AS berdagang lagi dengan Huawei, khusus untuk peralatan non-sensitif.

Tapi bagaimana mekanismenya, konon belum jelas.

Beberapa bulan sebelumnya Trump juga sudah berjanji akan membuka bisnis AS dan Huawei lagi, setelah bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping bulan Juni lalu.

Harga Sewa Gedung Perkantoran Masih Belum Meningkat

Namun ganjalan politik dua negara agaknya membuat resolusi konflik tersebut alot.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved