Selasa, 21 April 2026

Sudah Berjalan 9 Bulan, Kenapa Sektor Properti Masih Lesu?

Sembilan bulan berjalan, tampaknya gerak gairah properti masih lesu yang terlihat dari pra penjualan properti yang mengalami penurunan.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Selain itu harga properti dengan daya beli juga harus disesuaikan agar penjualan properti dapat terserap dengan baik.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan, dari penjualan perusahaan, segmen residensial untuk kelas menengah merupakan segmen yang paling laris.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Direktur dan Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land Olivia Surodjo.

“Segmen menengah masih laris, terutama yang di bawah Rp 600 juta. Kalau middle up masih lumayan, kalau middle low masih oke,” kata Olivia.

Pada kuartal III-2019, MTLA membukukan marketing sales Rp 1,38 triliun.

Jumlah tersebut setara 62,72 persen dari target yang dipasang tahun ini yang sebesar Rp 2,2 triliun.

Perolehan tersebut juga mengalami penurunan 16,36 persen yoy dari Rp 1,65 triliun.

Suhu Panas Melanda Jakarta, Berikut Tips Antisipasi Kebakaran

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Ini kata para analis soal masih lesunya sektor properti

Sumber: Kontan
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved