Jumat, 24 April 2026

Berita Video

VIDEO: Bola Karet Kelompok Ketapel Berisi Mercon Mirip Petasan Banting

"Jadi ini dibuat mirip dengan mercon banting. Jika dilempar meledak. Bila ada perantara yang mudah terbakar maka api bisa cepat menyambar. Misalnya de

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konferensi pers pengungkapan kasus upaya penggagalan pelantikan Presiden oleh enam pelaku dengan siapkan ketapel berpeluru gotri dan ban karet bisa meledak di Mapolda metro, Senin (21/10/2019) 

Selain itu katanya kelompok ini menyiapkan 8 ekor monyet untuk dilepas di Gedung DPR dan Istana Merdeka saat acara pelantikan.

"Ada ide dari kelompok ini yaitu melepas monyet di Gedung DPR dan Istana Merdeka agar terjadi kegaduhan dan petugas di sana tak fokus. Sudah disiapkan 8 ekor monyet. Sudah dibeli, tapi belum dilepas," kata Argo.

Kelompok ini katanya juga merencanakan penjarahan di toko-toko dan di daerah perekonomian.

Dalam berkomunikasi di grup aplikasi pesan WhatsApp, mereka kata Argo menggunakan sandi miror. "Sandi mirror ini yakni dalam membentuk kata tidak memakai huruf yang sebenarnya tapi memakai huruf lain di baliknya, dimana diketahui dengan cara huruf di ketikan dilipat. Jadi huruf yang bertemu, itulah huruf penggantinya," kata Argo.

Kelompok ini kata Argo berawal dari sebuah WA grup bernama F yang anggotanya 123 orang dengn 5 admin.

"Di grup itu membahas kegiatan yg akan dilakukan upaya tuk menggagalkann pelantikan pres dan wapres. Dari keterangan WA grup ini berkembang untuk merencanaan menggagalkan pelantikan presiden. Makanya kita sudah menangkap 6 orang dan kita lakukan pemeriksaan untuk mendalami kemungkinan pelaku lainnya," kata Argo.

Argo mengatakan dari pemeriksaan diketahui peran dan kiprah ke 6 tersangka dalam kasus ini.

Tersangka SH kata Argo berperan membuat grup WA untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. "Ia memasukkan beberapa member di grup WA, yang.tujuannya menggagalkan pelantikan," katanya.

Tersangka SH kata Argo ditangkap di daerah Jatinegara. "Saat ditangkap dia sedang merakit peluru ketapel," kata Argo.

Setelah membuat grup kata Argo SH mencari dana untuk membuat peluru ketapel, menyediakan ketapel kayu dan besi.

Untuk tersangka E, yang merupakan ibu rumah tangga kata Argo juga ditangkap di Jatinegara. "Yang bersangkutan saat ditangkap sedang membuat peluru ketapel bersama SH. Tersangka E bergabung di grup, membiayai pembelian ketapel, menyediakan tempat untuk pembuatan ketapel, kemudian juga membantu menyediakan bahan peluru ketapel," katanya.

Sementara tersangka FAB, seorang perempuan yang berprofesi sebagai wiraswasta kata Argo juga ditangkap di Jatinegara. "Ia bergabung di grup WA, kemudian membuat peluru ketapel, menyediakan rumah untuk membuat peluru ketapel, dan memberikan dana Rp 1,6 Juta ke SH," katanya.

Untuk tersangka RH kata Argo dibekuk di Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Perannya bergabung di grup WA, membuat ketapel yang terbuat dari kayu, kemudian menjual ke tersangka SH. SH memesan 200 ketapel ke RH. Jumlah ketapel yang sudah dijual 22 unit, harganya sebuah Rp 8000. Jadi total Rp 176 ribu," katanya.

Sedangkan tersangka HRS, seorang perempuan, kata Argo ditangkap di Tebet, Jakarta Selatan. HRS kata Argo bergabung di WA grup, dan membelikan dana Rp 400 ribu ke SH untuk memberikan perlengkapan ketapel peluru.

Sementara tersangka PSM, warga Cilandak, kata Argo ditangkap di Bogor.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved