Apindo Minta Pemerintah Batasi Produk Impor via E-Commerce, Ini Alasannya

Perlunya Indonesia membangun batasan agar tidak terjadi banjir produk luar negeri yang nantinya bisa melemahkan produk dalam negeri.

Apindo Minta Pemerintah Batasi Produk Impor via E-Commerce, Ini Alasannya
pexels
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bank Indonesia (BI) memandang bahwa tantangan terbesar untuk Indonesia saat ini salah satunya adalah membanjirnya produk luar negeri yang masuk melalui e-commerce.

Menurut Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Ida Nuryati, dalam transaksi di e-commerce tersebut hanya ada enam persen hingga tujuh persen produk lokal yang terjual.

Selebihnya adalah produk dari luar negeri.

Sudah Mulai Beralih ke Platform Digital, Televisi Sudah Berada di Titik Jenuh?

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, memandang perlunya Indonesia membangun batasan agar tidak terjadi banjir produk luar negeri yang nantinya bisa melemahkan produk dalam negeri.

Hal ini bisa diantisipasi dengan penetapan tarif bea masuk dari pemerintah.

Hariyadi melihat bahwa usaha ini sudah dijalankan oleh pemerintah lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kedua, Hariyadi meminta agar pemerintah lebih merangkul e-commerce lokal dan mengontrol kepemilikan asing agar jangan sampai menjadi mayoritas.

Lembaga Pemeringkat Internasional Beri Prospek Stabil, Berikut Rekomendasi Saham Perbankan

Ketiga, terkait dengan industri usaha kecil dan menengah (UKM).

Pemerintah diharapkan bisa lebih memacu industri UKM agar nantinya bisa bersaing dengan produk dalam negeri.

UKM ini juga harus diberi strategi tersendiri agar bisa memenuhi permintaan pasar dalam negeri.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved