Sabtu, 11 April 2026

Ada 3 Cara soal Mitigasi Tsunami, Ini Penjelasan dari Ahli Tsunami

Para ahli kegempaan dan tsunami terus berupaya untuk meneliti potensi-potensi gempa besar dan tsunami di Indonesia.

global.weathernews.com
ILUSTRASI Radar Tsunami 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Indonesia merupakan negara rawan bencana, dan setiap hari selalu diguncang gempa.

Setiap hari, BMKG mendeteksi dan melaporkan guncangan gempa di Indonesia.

Baik yang berskala besar dan dapat dirasakan, hingga yang berlangsung sekejap dan tidak kita rasakan.

Gempa-gempa besar atau yang disebut gempa megathrust merupakan gempa yang berpotensi tsunami.

Sejarah mencatat, tsunami pernah menerjang pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan juga Papua sejak ratusan tahun lalu.

Hingga Oktober IHSG Turun 3 Persen, Saham-saham Ini yang Bisa Menahan Penurunan Indeks

Perlu diketahui, bencana alam seperti tsunami dan gempa besar merupakan fenomena dengan siklus berulang.

Artinya ratusan tahun lalu pernah terjadi, beberapa tahun belakangan terjadi, dan di masa depan pasti akan terjadi lagi.

Oleh sebab itu, para ahli kegempaan dan tsunami terus berupaya untuk meneliti potensi-potensi gempa besar dan tsunami di Indonesia.

Namun, kajian dan penelitian dari para ahli juga harus diimbangi upaya masyarakat, salah satunya dengan mitigasi sejak dini.

Memahami tsunami

Dalam acara bertajuk Mitigasi di Tengah Ancaman Gempa Megathrust di Yogyakarta, Sabtu (19/10/2019), Widjo Kongko, ahli tsunami sekaligus Perekayasa Bidang Kelautan Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menjelaskan tentang tsunami dan bagaimana mitigasinya.

"Tsunami merupakan perpindahan volume air laut akibat gempa bumi, letusan gunung api, atau longsor. Hal ini bisa membuat daratan yang ada di dasar laut mengalami perubahan (naik) sehingga menimbulkan tsunami," kata Widjo.

Dia mengatakan, gelombang di laut dalam bergerak dengan sangat cepat, sekitar 800 kilometer per jam.

Namun semakin mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami berkurang, yakni di bawah 80 kilometer per jam.

"Kalau sudah sampai pantai kira-kira (kecepatan gelombangnya) 30-40 kilometer per jam," kata Widjo.

Mengapa Investor Asing Masih Senang dengan Surat Berharga Negara?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved