Perlindungan Anak
Tim P2TP2A Lakukan Assessmen 4 Korban Pencabulan di Makasar
Tim P2TP2A Lakukan Assessmen 4 Korban Pencabulan di Makasar, Jakarta Timur. Fokus penanganan korban pada sisi psikologi korban.
Penulis: Rangga Baskoro |
Empat anak korban pencabulan di kawasan Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, saat inj sedang ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) DKI Jakarta.
Kepala UPT P2TP2A DKI Jakarta, drg. Silvia, M.AP mengaku telah menerima laporan terhadap kasus pencabulan yang menimpa anak-anak berinisial KA (8), TA (9), M (7) dan MI.
"Iya sedang kita tangani kasusnya. Kami sedang koordinasi dengan teman-teman psikolog terkait kasus ini," ungkap Silvia saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2019).
Keempat anak tersebut nantinya akan dilakukakan assessmen guna mengetahui tingkat keparahan atas kasus yang mereka alami.
"Jadi proses assessmen itu dilakukan dengan cara mendengarkan kronologi kejadiannya dari para korban. Nanti bisa dilihat respon anak tersebut.
Apakah dia nanti menangis, biasa saja, atau bahkan sudah lupa. Kan tidak semua anak sama treatment-nya," ucapnya.
Silvia mengatakan tak bisa menceritakan kondisi para korban dengan alasan hal itu merupakan ranah privasi para korban.
Namun demikian, terdapat tiga proses penanganan yang akan diberikan untuk para korban beserta keluarganya.
"Ada tiga penanganan yang bisa kami berikan, pertama layanan aduan, kemudian layanan hukum dan pendampingan psikolog," kata Silvia.
Pendampingan psikologis guna penyembuhan psikis nantinya tak hanya akan diberikan kepada para korban saja namun juga orang terdekat anak tersebut seperti orangtua, keluarga, pengurus RT dan RW dan guru-guru di sekolah.
"Semua orang yang ada di ruang lingkup korban juga harus diberikan pemahaman untuk mendorong pengembuhan mental si anak," ucapnya.
Sebelumnya, empat orang anak berinisial KA (8), TA (9), M (7) dan MI mengaku menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pria berinisial DA.
Pelaku mencabuli para korban di kediamannya yang terletak di kawasan Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, pada 30 Agustus 2019 lalu.
Perbuatan bejad DA diketahui setelah korban berinisial KA melaporkan kejadian itu kepada ibunya.
Hingga kemudian, diketahui bahwa ternyata dalam dua bulan sejak Agustus hingga Oktober, terdapat 4 korban yang dicabuli DA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/child-abuse.jpg)