Pasar Modal

Banyak Aksi Jual oleh Asing, Berikut Rekomendasi Saham dari Analisis Saham

Berdasarkan data RTI yang dilansir Kontan, investor asing masih mencatatkan aksi jual dengan nilai Rp 1,35 triliun di semua pasar dalam sepekan ini.

Banyak Aksi Jual oleh Asing, Berikut Rekomendasi Saham dari Analisis Saham
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Berdasarkan data RTI yang dilansir Kontan, investor asing masih mencatatkan aksi jual dengan nilai Rp 1,35 triliun di semua pasar dalam sepekan ke belakang.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), lalu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Sementara itu, saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony, mengatakan, dana investor asing masih akan keluar selama kondisi ekonomi serta ketegangan politik yang bisa berujung pada demonstrasi masih berlanjut.

Ternyata Jack Ma Sudah Menyiapkan Diri Pensiun 10 Tahun Lalu, Ini Pengakuannya

Sebagai contoh adalah adanya isu demonstrasi yang berkaitan dengan pelantikan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin.

Bernada serupa, Kepala Riset MNC Sekuritas, Thendra Chrisnanda, mengatakan, aksi jual asing terus terjadi karena investor masih menanti kepastian atas perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta menunggu pelantikan dan pembentukan kabinet Presiden Terpilih Joko Widodo jilid II.

Dengan melihat kemungkinan tersebut, ia memprediksi bahwa volatilitas dan dana keluar (outflow) masih akan berlanjut hingga November tahun ini.

"Potensi peningkatan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dapat terjadi di bulan Desember ditopang oleh aksi window dressing dan menariknya valuasi beberapa saham bluechip," kata Thendra kepada Kontan.co.id.

Mengapa Saham Harus Ada di Dalam Portofolio Investasi?

Untuk saham-saham yang masih dibeli asing, Thendra mengatakan, hal ini disebabkan oleh ekspektasi investor terhadap solidnya pertumbuhan bisnis perusahaan-perusahaan tersebut.

Terlebih lagi untuk BBCA yang bobot sahamnya berkontribusi dominan pada IHSG, yakni mencapai 10,63 persen hingga 18 Oktober 2019.

Ia merekomendasikan investor untuk hold saham BBCA dan hold BBRI dengan target harga atau target price (TP) jangka panjang Rp 4.400 per saham.

Sementara itu, ia menyarankan, buy (beli) BBNI dengan TP Rp 9.800 per saham, BMRI Rp 7.850, INDF Rp 8.500, JPFA Rp 2.600, GGRM Rp 63.000, dan UNTR Rp 24.400.

Senada dengan Thendra, Chris juga menilai bahwa saham-saham yang dibeli asing adalah saham yang kinerja perusahaannya masih baik dan tahan terhadap kondisi ekonomi.

Meskipun begitu, ia melihat saat ini merupakan kesempatan untuk mengoleksi beberapa saham yang banyak dijual maupun dibeli asing karena harga yang sudah tergolong murah, yaitu BMRI dengan target harga jangka panjang Rp 8.000, ASII Rp 7.500, dan UNTR Rp 24.000 per saham.

Dianggap Generasi Sulit untuk Menabung, Berapa Harga Rumah yang Cocok Bagi Milenial?

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Dua analis ini rekomendasikan saham-saham berikut, di tengah maraknya aksi jual asing

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved