Kriminalitas

Waspada Meterai Rekondisi, Ketahui Ciri-Cirinya

Hologram tidak begitu terlihat, logo garuda juga tidak halus, dan yang terutama nomor seri tidak urut.

Waspada Meterai Rekondisi, Ketahui Ciri-Cirinya
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Polisi ungkap sindikat daur ulang materai bekas di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (16/10/2019). 

Sindikat pengedar meterai rekondisi yang biasa menyebarkan di kawasan Tangerang Selatan baru-baru ini diamankan jajaran kepolisian.

Meterai rekondisi itu berasal dari meterai bekas yang diolah sedemikian rupa menggunakan sejumlah bahan untuk dihilangkan bekas tanda tangan atau capnya kemudian dijual kembali.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharram Wibisono mengatakan, jika tidak teliti, meterai rekondisi itu sekilas tampak sama dengan meterai baru yang resmi.

Bermodal Belajar dari Youtube, Pelaku Rekondisi Meterai Bekas Menjadi Baru

"Dari segi fisik materai ini kita lihat secara kasat mata tidak jauh berbeda," kata Wibisono di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (16/10/2019).

Kendati demikian, masih tampak ciri-ciri yang menunjukkan meterai rekondisi yang dapat dilihat pada nomor seri, lambang garuda, dan hologram di meterai itu.

Wibisono menerangkan sejumlah ciri yang menunjukkan bahwa meterai itu merupakan meterai rekondisi.

Sindikat Rekondisi Meterai Bekas, Diedarkan di Warung, Tempat Fotokopi dan Warnet

"Kalau hologram tidak begitu terlihat, kemudian logo garuda juga tidak halus, dan yang terutama nomor seri, apabila pemilik fotokopi kan biasa beli satu eksemplar, kalau diperhatikan nomor urutnya tidak urut untuk meterai yang sudah didaur ulang, kalau meterai resmi nomor serinya urut," jelasnya.

Penggunaan meterai rekondisi, kata Wibisono, dapat diragukan keabsahannya jika digunakan sebagai pengikat dokumen.

Peredaran meterai rekondisi berhasil diungkap setelah Polres Tangerang Selatan meringkus E (38) dan DH (39) di tempatnya merekondisi meterai bekas di kontrakannya kawasan Jampang, Bogor.

Teliti Sebelum Membeli, Meterai Rekondisi dan Palsu Beredar di Warung-Warung

Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Didik P Kuncoro menjelaskan, ketika diamankan, ditemukan 300 meterai yang sudah siap diedarkan beserta 1.000 meterai bekas.

Meterai rekondisi itu pun biasanya diedarkan di dekat kampus di Tangerang Selatan.

"Adanya informasi dari masyarakat di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan beredar meterai hasil rekondisi. Kita kemudian melanjutkan laporan tersebut kemudian menangkap saudara E dan DH di Bogor," ujar Didik.

BERITA FOTO: Hati-hati Beli Meterai, Polisi Ungkap Peredaran Meterai Palsu

DH dan rekannya E yang berperan menjual dan mendapatkan meterai bekas dijerat pasal 260 ayat 1 dan ayat 2 tentang penghilangan tanda pada meterai dan menjualnya dengan ancaman penjara paling lama empat tahun.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved