Operasi Tangkap Tangan

Pakai Kode Mangga Manis, Bupati Indramayu Gunakan Uang Suap untuk THR dan Bayar Dalang Wayang Kulit

KPK menemukan kode atau sandi yang digunakan untuk menyamarkan praktik suap di kasus yang melibatkan Bupati Indramayu Supendi.

Pakai Kode Mangga Manis, Bupati Indramayu Gunakan Uang Suap untuk THR dan Bayar Dalang Wayang Kulit
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Indramayu Supendi menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019) dini hari. KPK menahan empat tersangka, yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono, dan pihak swasta Carsa AS sebagai penyuap dengan barang bukti sebesar Rp 685 juta, perhiasan, serta sepeda, terkait transaksi proyek di Dinas Pekerjaan Umum. 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kode atau sandi yang digunakan untuk menyamarkan praktik suap di kasus yang melibatkan Bupati Indramayu Supendi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Carsa AS selaku pihak swasta, menggunakan sandi 'mangga' sebagai ganti uang suap yang akan diberikan kepada Supendi.

Hal ini terkait dugaan suap dan gratifikasi pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019.

KSAD Jelaskan Alasan Anggota TNI AD Harus Dihukum Walaupun Istri yang Berbuat Salah

Awalnya, KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Supendi kepada rekanan, terkait beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

Carsa AS diduga menghubungi ajudan Supendi dan menyampaikan uang akan diberikan melalui sopir bupati.

"CAS (Carsa AS) meminta sopir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar, dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan 'mangga yang manis' untuk bupati.

JAD Rancang Aksi Bom Bunuh Diri di Jogja-Solo Saat Jokowi-Maruf Amin Dilantik, Pengantin Sudah Siap

"CAS juga meminta sopir bupati datang menggunakan motor yang memiliki bagasi di bawah jok, untuk menaruh uang," beber Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Setibanya di lokasi yang dijanjikan, staf Carsa AS kemudian menaruh uang dalam kresek hitam, ke dalam jok motor sopir bupati.

Sopir bupati kemudian mengantarkan uang ke rumah dinas bupati lewat pintu belakang.

Gerindra Bakal Masuk Pemerintahan Jokowi, PKB: Datang Belakangan Masa Duduknya di Depan?

Setelah memantau dan memastikan ada penyerahan uang dari CAS kepada Sudirjo (SJ) selaku sopir bupati sebagai perantara penerima uang, KPK mengamankan beberapa orang di tempat berbeda.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved