Jumat, 24 April 2026

Operasi Tangkap Tangan

OTT Berlangsung Dramatis, Staf Protokol Wali Kota Medan Nyaris Tabrak Petugas KPK

Febri Diansyah menceritakan, kejadian bermula ketika tadi malam sekitar pukul 21.25 WIB, tim mendatangi rumah Kepala Dinas PU.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019). Dzulmi Eldin dan sejumlah orang ditangkap oleh tim penindakan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan mengamankan barang bukti uang tunai lebih dari Rp 200 juta dalam serangkaian OTT tersebut. 

"Saat ini, tim terus melakukan pencarian keberadaan yang bersangkutan."

"Saudara AN diduga menerima tambahan Rp 50 juta dari Kepala Dinas yang akan diperuntukkan pada wali kota," papar Febri Diansyah.

Sementara, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di Kantor KPK sekitar pukul 11.50 WIB, dan telah diperiksa intensif.

Pakai Rompi Oranye, Supendi: Insyaallah Saya Berada di KPK, akan Banyak Perubahan di Indramayu

"Direncanakan empat orang lainnya akan dibawa secara bertahap siang dan sore ini ke Jakarta."

"Dari unsur kepala dinas, ajudan, dan protokoler wali kota," papar Febri Diansyah.

Dalam operasi senyap di Medan, tim Satgas KPK mengamankan barang bukti uang Rp 200 juta, yang diduga setoran dari sejumlah kepala dinas setempat untuk wali kota.

Pakai Kode Mangga Manis, Bupati Indramayu Gunakan Uang Suap untuk THR dan Bayar Dalang Wayang Kulit

Status hukum Dzulmi Eldin akan ditentukan paling lama 1x24 jam sejak ditangkap KPK. Saat ini status Dzulmi Eldin masih terperiksa.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Ada tim KPK yang ditugaskan di Medan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat siaran pers yang diterima, Rabu (16/10/2019)

Febri Diansyah menjelaskan, dari OTT malam sampai dini hari tadi, total 7 orang diamankan, yaitu Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kepala Dinas PU, protokoler, dan ajudan Wali Kota serta pihak swasta.

 Tak Cuma Berisi Paku, Baut, dan Gotri, Teroris Masa Kini Lengkapi Bom Rakitan dengan Racun

Uang yang diamankan lebih dari Rp 200 juta.

Diduga OTT terkait praktik setoran dari dinas-dinas yang sudah berlangsung beberapa kali.

Tim KPK sedang mendalami lebih lanjut.

 KSAD Jelaskan Alasan Anggota TNI AD Harus Dihukum Walaupun Istri yang Berbuat Salah

"Wali Kota dibawa ke Jakarta pagi ini melalui jalur udara. 6 orang lainnya diperiksa di Polrestabes Medan," ungkap Febri Diansyah.

"Dalam waktu maksimal 24 jam, KPK akan tentukan status hukum perkara dan pihak yang diamankan," tutur Febri Diansyah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved