Ketika Pebisnis Ritel Bersaing di Gerai Coffee Shop
Bukan hanya specialty store, pebisnis ritel minimarket mulai menjamah bisnis coffee shop.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Prospek bisnis kedai kopi semakin menarik.
Maka tak heran apabila banyak pebisnis mulai meraih untung dari hangatnya bisnis minuman ini.
Bukan hanya specialty store, pebisnis ritel minimarket mulai menjamah bisnis coffee shop.
PT Midi Utama Indonesia Tbk, misalnya, yang mulai membuka peluang untuk menggarap segmen tersebut.
Saat ini, emiten berkode saham MIDI di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang baru sebatas menjajakan produk kopi kemasan.
Corporate Communication Manager MIDI, Arif L Nursandi, mengatakan, di segmen kopi mereka belum melengkapi dengan barista.
• Strategi Konglomerasi saat Garap Bisnis Fintech
Saat ini Alfamidi memang terkenal fokus menjual produk fresh food, buah, dan sayur.
"Namun tidak menutup kemungkinan ke depan bakal ada. Alfamidi saat ini menyediakan space yang dapat disewa di depan toko, juga untuk pengusaha lokal termasuk pengusaha kopi," kata Arif kepada Kontan.
Sedangkan PT Indomarco Prismatama, pemilik gerai Indomaret, sudah lebih dulu menjalani bisnis kedai kopi sejak 2016.
Menggandeng PT Inti Idola Anugerah, Indomaret menghadirkan gerai Point Coffee.
Hingga kuartal ketiga tahun ini, dari total 17.200 gerai, Indomaret bakal membuka Point Coffee di beberapa gerai.
Terkait ekspansi gerai kopi tersebut, Indomaret akan mempertimbangkan luas gerai, lokasi dan permintaan.
"Sampai September, jumlah gerai Point Coffee sudah mencapai 400-an gerai," kata Wiwiek Yusuf, Marketing Director PT Indomarco Prismatama.
• Ingin Membuat Undangan? Bisa Menyambangi Jasa Cetak Undangan di Kawasan Tebet
Harum bisnis kopi juga tercium dari jumlah gelas yang dijual Point Coffee.
Saban bulan, mereka bisa menyeduh 1 juta gelas kopi pesanan pelanggan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/minuman-kopi.jpg)