Jumat, 24 April 2026

Eksklusif Warta Kota

Pahanya Pernah Digigit, Bocah SD ini Jadi Trauma Setiap Melihat Anjing

Kasus itu kemudian menjadi polemik, siapa yang patut disalahkan atas peristiwa memilukan ini? Apakah hewan peliharaannya atau pemiliknya?

istimewa
Presenter Bima Aryo dan anjing jenis belgian malinoisnya. 

Aksi penyerangan hewan peliharaan, khususnya anjing, terhadap warga sudah beberapa kali terjadi di Jakarta. Ada yang terluka, namun ada pula yang meregang nyawa.

Peristiwa terakhir adalah tewasnya Yayan, seorang asisten rumah tangga, di kediaman presenter Bima Aryo, awal September lalu. Kala itu Yayan diduga diserang anjing milik Bima bernama Sparta.

Kasus itu kemudian menjadi polemik, siapa yang patut disalahkan atas peristiwa memilukan ini? Apakah hewan peliharaannya atau pemiliknya?

Warta Kota mencoba membahasnya dalam liputan khusus bersambung: "Anjing, Peliharaan atau Ancaman?"

Seorang pelajar kelas 6 SD yang identitasnya ingin dirahasiakan trauma setiap kali melihat seekor anjing di hadapannya.

Diasuh Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya, Sparta Akan Jadi Pasukan Anjing Pelacak

Pelajar ini tinggal di Jalan Langgar, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Alamat tersebut dua bulan lalu ramai diberitakan lantaran seorang asisten rumah tangga bernama Yayan (35) tewas digigit Sparta, anjing berjenis Malinois Belgian di kediaman presenter dan YouTuber, Bima Aryo.

Rafi (18), yang juga warga Jalan Langgar menceritakan ada tiga orang yang digigit Sparta.

Selain Yayan, sebelumnya anjing bernama Sparta terkam pelajar kelas 6 SD tadi dan seorang pekerja bangunan.

"Pertama kuli bangunan dulu, terus anak kecil, lalu Yayan yang tewas kemarin," ujar Rafi saat ditemui di lokasi, Minggu (6/10).

Anak SD tersebut digigit setelah bola yang dimainkannya masuk ke pekarangan rumah Bima.

Ia kemudian masuk ke halaman tanpa didampingi orang-orang yang mengenali Sparta.

"Pagarnya padahal dikunci, tapi dia (korban) malah manjat. Dia tahu ada anjing, tapi enggak tahu kalau lagi dilepas di halaman rumah," ucap Rafi.

Begitu tiba di halaman rumah Bima, Sparta langsung berlari dan menggigit paha kanan sang anak kecil.

Beruntung saat itu seorang ART menyadari kejadian dan langsung melepaskan gigitan Sparta.

"Anak itu menangis kesakitan karena darah mengucur di bagian paha kanan. Ia mengalami luka robek yang cukup parah, lukanya 20 jahitan. Kasihan juga sih. Langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.

Punya Rasa seperti Manusia, Seekor Anjing di K-9 Hanya Setia pada Satu Pawang

Ibu sang anak--yang tinggal persis di samping rumah Bima--menyatakan anaknya berkeringat dingin setiap kali mengalami nyeri pada bagian yang digigit anjing. Sampai sekarang, kata sang ibu, nyerinya belum hilang.

Padahal saat itu usai digigit Sparta, anaknya izin tidak masuk sekolah selama dua minggu. Nyeri yang dialami pada luka tersebut timbul tenggelam.

Ia bercerita anaknya terkadang merasa luka akibat gigitan telah pulih. Namun, nyeri acap muncul di waktu yang tak terduga.

"Enggak tahu tuh kenapa. Kadang sakit, kadang enggak. Kalau nyeri sampai nangis dia, disenggol adiknya saja nangis kejer. Sampai panas dingin," katanya.

Sang ibu menambahkan, anaknya sekarang ketakutan saat melihat anjing. Si anak memilih untuk berbalik arah atau mengambil jalur berbeda ketika melihat ada anjing di depannya.

"Kata anak saya mending jalan lebih jauh daripada papasan sama anjing. Padahal sudah saya bilangin kalau anjingnya jinak. Dia enggak mau. Namanya anak kecil, masih takut kali ya," tuturnya.

Meski begitu, ia menyatakan bahwa keluarga Bima bertanggung jawab dengan membayar semua biaya pengobatan. "Mau tanggung jawab setiap ada yang kegigit," ucap si ibu yang enggan disebutkan namanya itu.

Kini, suara anjing dari dalam rumah Bima Aryo tak lagi terdengar. Menurut warga sekitar bernama Endah (44), semua anjing milik Bima telah dipindahkan. "Enggak ada lagi anjing-anjingnya. Kan sudah diamanin sama orang (Dinas) KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian)," ujarnya.

19 Tahun Menikah, Ternyata Anak Mayangsari dengan Bambang Trihatmojo Tercoret dari Keluarga Cendana

Tunggu saksi ahli

Sementara itu, pihak aparat hingga kini masih kesulitan menetapkan tersangka terkait kasus gigitan anjing bernama Sparta itu. Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid menyatakan pihaknya tak berhenti bekerja. Rasyid menyebut ahli hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), belum juga menunjukkan batang hidungnya.

"Dua hari setelah kejadian, kami sudah mengirimkan surat kepada Kemenkumham untuk permohonan mendatangkan saksi ahli. Tapi sampai sskarang belum mendapat tanggapan," kata Rasyid dikonfirmasi, Senin (1/10).

Peranan saksi ahli dalam kasus tersebut dinilai Rasyid sangat krusial mengingat Yayan tewas bukan karena perbuatan manusia, namun seekor binatang peliharaan.

Oleh sebab itu, penyidik tak mau gegabah menetapkan pasal kepada terduga pelaku, yakni wanita berinisial TD (74) yang juga merupakan majikan Yayan.

Suami PRT Korban Gigitan Anjing Laporkan Majikannya Ke Polisi

"Fungsi saksi ahli tersebut sangat krusial karena kami perlu mendalami kasus tersebut berdasarkan hukumnya. Penyidik kan tidak mau gegabah menentukan dan menerapkan seseorang bersalah atau tidak dalam kasus ini. Perlu pendalaman dari ahli hukum setelah dia kami ceritakan kronologisnya," ujarnya.

TD sendiri diduga menyuruh Yayan untuk membuka kandang Sparta ketika insiden itu terjadi, Jumat (30/8). Yayan yang baru bekerja selama dua pekan langsung diterkam Sparta di bagian leher hingga menyebabkan dirinya tewas lantaran kehabisan darah.

Tak bisa pastikan

Rasyid menambahkan, TD telah dimintai keterangannya bersama lima saksi lainnya yakni ayah Bima berinisial HS (73), suami Yayan yakni Ejang, saudara Bima bernama Ernesto, anak Yayan, dan seorang pembantu lainnya.

"Semua saksi sudah kami mintai keterangannya termasuk ibunda Bima Aryo. Nah keterangan saksi ahli itulah yang nanti akan melengkapi BAP. Tanpa keterangan saksi ahli kami belum bisa memastikannya," tutur Rasyid.

Saat dimintai keterangannya, sejumlah saksi kompak menyatakan Sparta memang terbiasa dilepas di pekarang rumah. Namun ketika sang pemilik, yakni Bima tak ada di rumah, Sparta pun dimasukkan ke kandang.

"Soalnya kalau berdasarkan keterangan saksi, anjing tersebut memang biasa diajak jalan-jalan di pekarangan. Tapi kalau pemiliknya tidak ada, ditaruh di kandang. Kemudian kalau ada orang baru datang, anjing itu bereaksi," ucap Rasyid yang sempat menyatakan pemilik anjing yang lalai hingga menyebabkan tewasnya seseorang bisa dipidanakan. (abs/dwi/jos/lis/ign-Bersambung)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved