Eksklusif Warta Kota
Pahanya Pernah Digigit, Bocah SD ini Jadi Trauma Setiap Melihat Anjing
Kasus itu kemudian menjadi polemik, siapa yang patut disalahkan atas peristiwa memilukan ini? Apakah hewan peliharaannya atau pemiliknya?
"Anak itu menangis kesakitan karena darah mengucur di bagian paha kanan. Ia mengalami luka robek yang cukup parah, lukanya 20 jahitan. Kasihan juga sih. Langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.
• Punya Rasa seperti Manusia, Seekor Anjing di K-9 Hanya Setia pada Satu Pawang
Ibu sang anak--yang tinggal persis di samping rumah Bima--menyatakan anaknya berkeringat dingin setiap kali mengalami nyeri pada bagian yang digigit anjing. Sampai sekarang, kata sang ibu, nyerinya belum hilang.
Padahal saat itu usai digigit Sparta, anaknya izin tidak masuk sekolah selama dua minggu. Nyeri yang dialami pada luka tersebut timbul tenggelam.
Ia bercerita anaknya terkadang merasa luka akibat gigitan telah pulih. Namun, nyeri acap muncul di waktu yang tak terduga.
"Enggak tahu tuh kenapa. Kadang sakit, kadang enggak. Kalau nyeri sampai nangis dia, disenggol adiknya saja nangis kejer. Sampai panas dingin," katanya.
Sang ibu menambahkan, anaknya sekarang ketakutan saat melihat anjing. Si anak memilih untuk berbalik arah atau mengambil jalur berbeda ketika melihat ada anjing di depannya.
"Kata anak saya mending jalan lebih jauh daripada papasan sama anjing. Padahal sudah saya bilangin kalau anjingnya jinak. Dia enggak mau. Namanya anak kecil, masih takut kali ya," tuturnya.
Meski begitu, ia menyatakan bahwa keluarga Bima bertanggung jawab dengan membayar semua biaya pengobatan. "Mau tanggung jawab setiap ada yang kegigit," ucap si ibu yang enggan disebutkan namanya itu.
Kini, suara anjing dari dalam rumah Bima Aryo tak lagi terdengar. Menurut warga sekitar bernama Endah (44), semua anjing milik Bima telah dipindahkan. "Enggak ada lagi anjing-anjingnya. Kan sudah diamanin sama orang (Dinas) KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian)," ujarnya.
• 19 Tahun Menikah, Ternyata Anak Mayangsari dengan Bambang Trihatmojo Tercoret dari Keluarga Cendana
Tunggu saksi ahli
Sementara itu, pihak aparat hingga kini masih kesulitan menetapkan tersangka terkait kasus gigitan anjing bernama Sparta itu. Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid menyatakan pihaknya tak berhenti bekerja. Rasyid menyebut ahli hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), belum juga menunjukkan batang hidungnya.
"Dua hari setelah kejadian, kami sudah mengirimkan surat kepada Kemenkumham untuk permohonan mendatangkan saksi ahli. Tapi sampai sskarang belum mendapat tanggapan," kata Rasyid dikonfirmasi, Senin (1/10).
Peranan saksi ahli dalam kasus tersebut dinilai Rasyid sangat krusial mengingat Yayan tewas bukan karena perbuatan manusia, namun seekor binatang peliharaan.
Oleh sebab itu, penyidik tak mau gegabah menetapkan pasal kepada terduga pelaku, yakni wanita berinisial TD (74) yang juga merupakan majikan Yayan.
• Suami PRT Korban Gigitan Anjing Laporkan Majikannya Ke Polisi
"Fungsi saksi ahli tersebut sangat krusial karena kami perlu mendalami kasus tersebut berdasarkan hukumnya. Penyidik kan tidak mau gegabah menentukan dan menerapkan seseorang bersalah atau tidak dalam kasus ini. Perlu pendalaman dari ahli hukum setelah dia kami ceritakan kronologisnya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bima-aryo-dan-anjingnya.jpg)