Kesehatan

PMK No 30 Tahun 2019 Bikin Masyarakat Menderita

Penderitaan masyarakat Indonesia yang menjadi peserta BPJS Kesehatan tampaknya tak akan berkesudahan.

PMK No 30 Tahun 2019 Bikin Masyarakat Menderita
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Ketua ARSSI, drg Susi Setiawaty MARS 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM -- Penderitaan masyarakat Indonesia yang menjadi peserta BPJS Kesehatan tampaknya tak akan berkesudahan.

Sebab, Menteri Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 30 tahun 2019 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit.

Peraturan tersebut membuat sejumlah pelayanan di rumah sakit tipe C dihilangkan dan dipindahkan ke rumah sakit tipe B.

Contohnya pelayanan penyakit jantung tidak dilayani oleh rumah sakit tipe C, melainkan pelayanan penyakit tersebut berada di rumah sakit tipe B.

Akibatnya dipastikan masyarakat harus menempuh jarak yang jauh dan antre panjang untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

"Masyarakat dibuat menderita lagi. Saat ini saja masih antre panjang. Apalagi harus ke rumah sakit tipe B pasti antreannya semakin panjang. Apakah ini dipikirkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Ety Djuaheriah (73) warga Cipayung, Depok.

Keresahaan Edty Djuaheriah dibenarkan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), drg Susi Setiawaty MARS.

Dia menambahkan bahwa tak hanya penyakit jantung, pelayanan hemodialisa juga dipindahkan ke rumah sakit tipe B.

Permasalahan baru yang timbul adalah antren pasien menjadi panjang untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

Kemudian untuk mengurangi antrean itu, maka pihak rumah sakit harus menambah alat hemodialisa.

Halaman
123
Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved