Wiranto Diserang

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat Terduga Teroris Jaringan Abu Rara

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat Terduga Teroris di Manado, Bandung, dan Bali jaringan Abu Rara

Pengembangan Kasus Penikaman Wiranto, Densus 88 Bekuk Empat  Terduga Teroris Jaringan Abu Rara
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers mengenai penangkapan terduga teroris, Jumat (11/10/2019). 

Paska penikaman Menko Polhukam Wiranto, oleh Syahril Alamsyah (31) alias Abu Rara dan istrinya Fitri Adriana, Tim Densus 88 membekuk 4 terduga teroris dari tiga wilayah.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan empat terduga teroris itu dibekuk dari tiga wilayah yakni Manado, Bandung, dan Bali.

"Kemarin ada preventif strike di 3 wilayah. Pertama dari Bandung tersangka WB kita amankan. Kemudian yang di Manado atas nama JS. Lalu di Bali ada dua orang yakni MK dan CA. CA ini anak MK. Mereka menyiapkan amaliyah di Bali," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

Menurut Dedi penangkapan keempat terduga teroris ini hasil pengembangan sejumlah kelompok terutama kelompok Abu Zee, yang berkaitan dengan Abu Rara.

"Yang baru kita tangkap ini masih kita dalami semua. Kita tidak berhenti di sini. Densus 88 masih mengejar master mind, yang mengordinir kelompok-kelompok tersebut," kata Dedi.

Pelaku Penusuk Mengaku Stres

Penusuk Menko Polhukam mengaku stres kehilangan pimpinan setelah Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi ditangkap polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap Syahril Alamsyah (31) alias Abu Rara, yang menusuk Menko Polhukam Wiranto diketahui bahwa Abu Rara stres dan tertekan saat mengetahui bahwa Abu Zee, Amir Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi dan kelompoknya ditangkap Densus 88 September 2019 lalu.

"Abu Rara merasa stres dan tertekan setelah mendengar ketuanya dia dalam hubungan kelompok aktif yakni Abu Zee tertangkap. Ia berpikir kalau Abu Zee ditangkap, ia khawatir bisa ditangkap juga. Makanya dia komunikasi dengan istrinya untuk melakukan amaliyah dan tinggal menunggu waktu," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

Akhirnya Amaliyah itu kata Dedi diputuskan dilakukan, Kamis (10/11/2019) saat mengetahui ada orang penting datang ke Menes, dimana Abu Rara dan istri tinggal.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved