Tentara Nasional Indonesia
Deretan 5 Pasukan Elit TNI Kebanggaan Indonesia yang Dikenal Efektif dan Efisien Saat Bertugas
Berikut adalah deretan 5 pasukan elit di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikenal taktis dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
DERETAN 5 pasukan elit di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dikenal taktis dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
Mereka diseleksi secara khusus melewati berbagai ujian dan tahap rintangan yang tidak mudah.
Karena itu, mereka dikenal sebagai pasukan yang sangat efektif di saat diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan militer.
Sebagaimana diungkap oleh akun Great List di Instagram, berikut adalah deretan 5 pasukan elit yang dikenal efektif dan efisien tersebut dalam melaksanakan tugasnya.
Yontaifib
Yontaifid adalah akronim dari Batayon Pengintaian dan Ampibi.
Salat satu keunikan Yontaifib adalah proses perekrutan yang mengharuskan anggotanya untuk berenang dalam kondiri tangan dan kaki terikat sejauh 3 kilometer.
Tujuannya adalah sebagai antisipasi jika suatu saat harus melepaskan diri dari tawanan musuh.
Kopassus adalah akronim dari Komando Pasukan Khusus yang secara struktur berada di bawah komando TNI AD.

Dikutip dari Kopassus.mil.id, Kopassus dipelopori Letkol Slamet Riyadi pada masa awal kemerdekaan dengan tujuan untuk menciptakan satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat.
Komandan pertama pasukan baret merah ini adalah Mochammad Idjon Djanbi.
Kopassus
Kopassus adalah akronim dari Komando Pasukan Khusus yang secara struktur berada di bawah komando TNI AD.

Dikutip dari Kopassus.mil.id, Kopassus dipelopori Letkol Slamet Riyadi pada masa awal kemerdekaan dengan tujuan untuk menciptakan satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat.
Komandan pertama pasukan baret merah ini adalah Mochammad Idjon Djanbi.
Kopaska
Kopaska adalah akronim dari Komando Pasukan Katak yang berada di bawah TNI Angkatan Laut.
Tugas-tugas Kopaska antara lain adalah sabotase, operasi khusus, underwater demolition, dan special boat units.

Kabarnya, perbandingan kekuatan satu orang pasukan Kopaska sama dengan 24 pasukan reguler.
Paskhas
Nama Paskhas diambil dari akronim pasukan khas.
Dikutip dari Paskhas.mil.id, sejarah berdirinya Paskhas tidak dapat dilepaskan dari Operasi Dwikora tahun 1960-an.

Tugas utama Paskhas adalah untuk melaksanakan operasi perebutan pengendalian pangkalan udara (OP3U), operasi pertahanan udara, operasi pengamanan alusista strategis, operasi khusus penanggulangan bajak udara, serta operasi tempur lainnya.
• Terungkap Senjata Tajam untuk Menusuk Wiranto Disebut Kunai yang Dikenal sebagai Senjata Ninja
• Letjen Purnawirawan Suryo Prabowo Unggah Detik Penikaman yang Dialami Wiranto dari Sudut Lebih Jelas
Denjaka
Denjaka adalah akronim dari Detasemen Jala Mengkara.
Pasukan ini merupakan pasukan gabungan Kopaska dan Yontaifib Marinir AL.

Denjaka memiliki tugas utama melakukan pengamanan dan penyergapan di laut.
Salah satu prestasi dari pasukan elit ini adalah ketika berhasil membebaskan awak kapal MV Sinar Kudud yang disandera oleh perompak Somalia pada tahun 2014.
• Tenaga Ahli Menko Polhukam Mengungkap Usus Halus Wiranto Mesti Dipotong 40 Cm
Sementara itu, PRAKA Zulkifli, prajurit Yonif 751/Raider, menjadi korban pembacokan, Senin (23/9/2019).
Saat kejadian, Praka Zulkifli sedang melaksanakan tugas BKO di Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, pelaku pembacokan diduga massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang berunjuk rasa di Universitas Cenderawasih.
• Kader Partai Gerindra Garut: Mulan Jameela Dulu Pelakor, Sekarang Perekor Alias Perebut Kursi Orang
Eko menjelaskan, sebelumnya massa AMP melakukan demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih.
Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua.
Eko mengatakan, aksi tersebut tidak mendapat izin dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Universitas Cenderawasih.
• WANITA Pemeran Video Syur Berseragam PNS Pernah Jadi Juara 3 se-Jawa Barat dalam Lomba Ini
Eko menjelaskan, massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena, menggunakan truk dan bus umum.
Mereka dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.
Ia mengatakan, setibanya di daerah Expo Waena sekira pukul 11.00 WIT, massa AMP yang baru turun dari kendaraan, berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang.
• INI Identitas 9 Teroris yang Diciduk Densus 88 di Cilincing dan Bekasi, Ternyata Masih Satu Kelompok
Eko menjelaskan, mendiang Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak seusai mengantar pasukan pengamanan, tiba-tiba diserang massa menggunakan senjata tajam.
"Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang."
"Korban sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis."
• Terduga Teroris yang Dibekuk di Cilincing Tulis Surat Pamitan Mau Jadi Pengantin
"Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan."
"Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia," kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (23/9/2019).
Eko mengatakan, rencana pemakaman Praka Zulkifli masih dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban.
• Pasutri Muda Terduga Teroris di Bekasi Cuma Keluar Rumah Saat Salat dan Jemur Pakaian
Menurut Eko, massa AMP juga berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena.
Masyarakat diprovokasi untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat.
Atas nama Kodam XVII/Cenderawasih, Pangdam Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapendam menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum.
• DENSUS 88 Juga Gerebek Terduga Teroris di Bekasi, Suami Istri Digelandang dari Rumah Kontrakan
"Sebagai seorang prajurit, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara."
"Dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua" ucap Pangdam saat melihat jenazah Praka Zulkifli di RS Bhayangkara.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019),, berujung rusuh.
• Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021 Dihantui Kerusuhan Suporter, Ini Kata Sekjen PSSI
Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.
Unjuk rasa berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.
Hal itu membuat siswa marah, hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.
• BREAKING NEWS: Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris di Cilincing, Ditemukan Bahan Peledak
"Sampai saat ini, Wamena masih dikuasai pelajar yang berunjuk rasa," kata Jhon melalui sambungan telepon, Senin.
John melaporkan, aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran.
Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. Namun, siswa demonstran tetap bertahan dan kian bertindak anarkistis.
• MAMA Muda Cantik Ditabrak Mantan Suami Sampai Pergelangan Tangan Nyaris Putus, Begini Kronologinya
"Suara tembakan terdengar di mana-mana selama 3 jam," kata John.
Memang dalam percakapan dengan John, terdengar suara rentetan tembakan senjata api.
Sampai saat ini, aktivitas di Kota Wamena lumpuh.
• Kawanan Monyet di PIK Doyan Santap Sesajen Warga, Juga Suka Makan Sampah Tercemar Logam Berat
Masyarakat memilih mengungsi di kantor Polres Wamena dan Kodim.
Dipicu kabar hoaks
Situasi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terganggu setelah massa melakukan aksi perusakan dan pembakaran pada Senin (23/9/2019).
Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar (hoaks).
"Wamena minggu lalu ada isu, ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi," jelasnya di Jayapura.
• Warga Kabupaten Tangerang Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 2,4 Juta Demi Bisa Mandi Pakai Air Bersih
Rudolf mengklaim kepolisian sudah mengonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar.
"Guru tersebut sudah kita tanyakan dan tidak ada kalimat rasis, itu sudah kita pastikan."
"Jadi kami berharap masyarakat di Wamena dan di seluruh Papua tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya," tuturnya.
• Sama-sama Pemeran Video Syur, Vina Garut dan Guru Cantik Berseragam PNS Beda Nasib, Ini Alasannya
Pagi ini, sambung Rudolf, Brimob dan Bupati Jayawijaya sudah mendekati massa agar massa tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.
Namun, ia mengakui massa telah melakukan tindakan anarkistis.
"Laporan terakhir ada 5 motor yang di bakar," kata Rudolf.
Bandara Ditutup Sementara
Rusuh di Wamena operasional Bandara Papua dihentikan sementara, Senin (23/9/2019).
Hal ini sebagai dampak dari aksi demo anarkis yang terjadi di ibu kota Kabupaten Jayawijaya itu.
Kepala Bandara Wamena Joko Harjani kepada Antara menyebutkan, operasional bandara ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
• Melenggang ke Senayan, Segini Gaji yang Bakal Diterima Mulan Jameela Sebagai Anggota DPR
Penghentian operasional bandara dilakukan sekitar pukul 10.30 WIT dengan menerbangkan tiga pesawat kargo yang sebelumnya berada di Bandara Wamena.
“Saat ini sudah tidak ada pesawat di bandara,” kata Joko.
Dia menambahkan, bandara akan dibuka bila ada permintaan dari pihak kepolisian atau militer.
• MUI Keluarkan Fatwa Haram Bakar Hutan dan Lahan, Maruf Amin Akui Hal Itu Tak Cukup
Bandara Wamena yang terletak di Lembah Baliem setiap hari melayani 120 penerbangan dari dan ke Wamena.
"Tingginya aktivitas penerbangan itu disebabkan Wamena menjadi pintu masuk ke beberapa kota dan kampung di Kawasan Pegunungan Tengah," sebut dia.
Sementara, Kepala Bandara Sentani Anthonius Praptono secara terpisah mengakui dihentikannya penerbangan ke Wamena karena alasan keamanan.
• DITAWARI Jabatan Menteri oleh Jokowi, Adian Napitupulu Empat Kali Bilang Ampun Pak Presiden
"Memang benar penerbangan dari dan ke Wamena sudah dihentikan sementara tanpa batas waktu yang dipastikan."
"Setiap harinya sekitar 20 kali penerbangan dari dan ke Wamena dari Bandara Sentani," kata Anthonius.
Jokowi Panik, Kumpulkan Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri
Guru besar politik LIPI mengatakan, Presiden Jokowi panik menyikapi mahasiswa yang mulai bergerak, kasus papua, dan berbagai persoalan bangsa. Jokowi panik karena tidak dengar aspirasi rakyat.
GURU Besar atau Prof LIPI sebut Presiden Jokowi panik.
Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi panik terkait aksi mahasiswa yang mulai bergerak di sejumlah daerah.
Guru besarLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Syamsuddin Haris, melalui akun twitternya berkomentar, Presiden Jokowi panik sikapi gelombang demo mahasiswa.
Menurut guru besar politik dari LIPI, Prof Syamsuddin Haris, Presiden Jokowi sebenarnya tidak perlu panik jika mendengar suara publik.
"Jika suara publik didengar, pemerintah @jokowi mestinya tdk perlu panik seperti sekarang," ujar Syamsuddin Haris melalui akun twitternya, Senin (23/9/2019) pukul 12:23 WIB.
Menurut Syamsuddin Haris, pemerintahan Jokowi panik karena sejumlah persoalan datang bersamaan.
• Polda Metro Turunkan 5.500 Personel Gabungan Bersiaga Amankan Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR/MPR
"Belum usai soal UU KPK & kabut asap, kini ada gelombang demo mahasiswa & kerusuhan Wamena," kata Syamsuddin Haris.
Menurut Syamsuddin Haris, sikap Presiden Jokowi yang panik menunjukkan kebijakan pemerintah yang ceroboh dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.
"Kepanikan adalah refleksi kebijakan yang ceroboh. Semoga pemerintah belajar lebih cerdas," tegas peneliti politik ini.
Simak status lengkap Syamsuddin Haris berikut ini.
• WANITA Pemeran Video Syur Berseragam PNS Pernah Jadi Juara 3 se-Jawa Barat dalam Lomba Ini
Syamsuddin Haris @sy_haris: Jika suara publik didengar, pemerintah @jokowi mestinya tdk perlu panik seperti skrg.
Belum usai soal UU KPK & kabut asap, kini ada gelombang demo mhsw & kerusuhan Wamena. Kepanikan adalah refleksi kebijakan yg ceroboh.
Smoga pemerintah belajar lbh cerdas.
Syamsuddin Haris membuat cuitan di twitter terkait berita di Kompas.com yang menginformasikan Jokowi mengumpulkan menteri, Kapolri, hingga Panglima TNI bahas situasi terkini.
Jokowi Kumpulkan Menteri, Panglima TNI, dan Kapolri
Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah menteri dan jajaran Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019) siang.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut rapat ini akan membahas situasi terkini.
"Iya, melihat situasi sekarang ini," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelum dimulainya rapat.
Moeldoko enggan merinci situasi seperti apa yang membuat Jokowi mengumpulkan menteri di bidang keamanan.
Namun, pada hari ini rencananya akan ada aksi mahasiswa besar-besaran menolak sejumlah UU yang dirancang DPR dan pemerintah.
Selain itu, terjadi juga kerusuhan di Wamena, Papua. "Iya rusuh lagi," ujar Moeldoko singkat saat ditanya kerusuhan yang terjadi di Wamena.
Selain Moeldoko, hadir Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.
Hadir juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.
Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung tertutup.
Tagar Mahasiswa Berdemo Jadi Trending Topic
Tagar Gejayan Memanggil atau #GejayanMemanggil masuk dalam daftar trending media sosial Twitter.
Pantauan Kompas.com, Senin (23/9/2019), pukul 08.16 WIB, ada lebih dari 68 ribu twit soal #GejayanMemanggil.
Ada apa di Jalan Gejayan, Yogyakarta, hari ini? Hari ini, rencananya akan digelar aksi mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya di seputaran Yogyakarta.
Humas aksi #GejayanMemanggil, Syahdan Husein, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi menyebutkan, aksi dilakukan pukul 13.00 WIB.
Sementara, massa dijadwalkan berkumpul pukul 11.00 WIB. Isu yang akan disuarakan terkait kondisi politik hukum terkini, dan persoalan lingkungan.
Syahdan menyebutkan, ada tiga titik kumpul aksi.
"Ada tiga titik (kumpul), yaitu gerbang utama Kampus Sanata Dharma, pertigaan revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Bunderan Universitas Gadjah Mada," kata Syahdan kepada Kompas.com.
Massa akan berkumpul mulai pukul 11.00 WIB di tiga titik tersebut.
Setelah itu, demonstran akan bergerak menuju ke pertigaan Colombo, Gejayan.
Syahdan memperkirakan, peserta aksi mencapai ribuan, yang tak hanya terdiri dari para mahasiswa.
"Belum kami hitung secara real. Tapi belasan universitas turun, pelajar-pelajar SMA turun, dan organisasi mahasiswa daerah seperti mahasiswa Riau dan Kalimantan turun ke jalan melawan asap," ujar dia.
Untuk mengantisipasi masalah keamanan, menurut Syahdan, aksi ini telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
Syahdan mengatakan, ada tujuh tuntutan yang akan disampaikan, di antaranya mendesak pembahasan ulang pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP, mendesak revisi UU KPK yang baru disahkan DPR, dan menolak upaya pelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sementara itu, di Twitter, para pengguna memberikan komentar terkait rencana aksi ini.
Ada yang mendukung, ada pula yang mengingatkan agar aksi diselenggarakan secara damai.
Tagar #GejayanMemanggil juga diwarnai dengan unggahan tangkapan layar para mahasiswa yang meminta izin mengikuti aksi kepada dosennya.