Kebakaran Hutan

MUI Keluarkan Fatwa Haram Bakar Hutan dan Lahan, Maruf Amin Akui Hal Itu Tak Cukup

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menyatakan, haram hukumnya melakukan aksi pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Maruf Amin saat menghadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) siang. 

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menyatakan, haram hukumnya melakukan aksi pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"MUI sudah ikut berpartisipasi membuat fatwa haram," kata Ketua Maruf Amin kepada wartawan, di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).

Fatwa haram Karhutla ini diharapkan agar para pelaku tidak lagi-lagi mencoba membuka lahan dengan cara membakar.

Pemerintah Bakal Gelar Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Khusus Arsitek Indonesia!

"Karena ini memang ada yang tentu dengan fatwa itu kemudian tidak berani," ujar Wakil Presiden terpilih tersebut.

Namun, fatwa yang dikeluarkan MUI, kata Maruf Amin bersifat pedoman dan arahan.

"Tapi ada yang tak cukup dengan fatwa, makanya perlu ada tindakan dan penegakan hukum."

Tak Cuma Merampok, KKB Aceh Juga Sebarkan Pesan yang Tak Sejalan dengan NKRI

"Kalau sifat fatwa itu bimbingan, ajakan, pedoman, arahan."

"Tapi kalau enggak bisa diarahkan ya law enforcement, penegakan hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri mengungkap kembali bertambahnya tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Perempuan Berseragam ASN Tak Tahu Direkam Selingkuhannya, Terjadi Saat Jam Istirahat Mengajar

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, hingga saat ini kepolisian telah menetapkan 249 individu dan 6 korporasi sebagai tersangka karhutla.

"Sampai saat ini ada 249 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ini berproses."

"Sementara korporasi ada 6," ungkap Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Setelah Tunjuk Plt Menpora, Jokowi Segera Cari Pengganti Puan Maharani dan Yasonna Laoly

Ia tak merinci secara detail terkait jumlah tersangka individu di masing-masing wilayah.

Namun, untuk korporasi, Iqbal menyebut di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur, masing-masing ada satu tersangka korporasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved