Senin, 18 Mei 2026

Edy Rahmayadi Semprot ASN Sumut: Angkat Kursi Lama Kali, Macam Anak TK Aja Kalian

GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi menggelar acara silaturahmi dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tayang:
TribunMedan/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat ditemui sesuai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (25/4/2019) 

GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi menggelar acara silaturahmi dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Silaturahmi digelar di Aula Raja Inal Siregar, lantai dua, kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (9/10/2019).

Seluruh ASN lingkungan kantor gubernur dikumpulkan untuk mendengarkan arahan dari Edy Rahmayadi, dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja.

PA 212 Salahkan Ninoy Karundeng karena Berada di Pejompongan yang Diklaim Kawasan Oposisi

Sebelum Edy Rahmayadi masuk aula, ratusan ASN sudah menunggunya di lantai dua tersebut.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Edy Rahmayadi tiba di lokasi, disusul oleh wakilnya, Musa Rajekshah.

Sesaat di dalam ruangan, Edy Rahmayadi terkejut melihat para ASN masih ada yang berdiri dan tidak duduk di tempatnya masing-masing.

Anti Mainstream, Perusahaan Ojol Anyar Ini Berikan Asuransi Bunuh Diri untuk Mitra Pengemudinya

Edy Rahmayadi lantas meminta ASN yang berdiri di belakang, untuk pindah duduk di depannya.

Ia juga meminta ASN segera mengangkat kursi untuk pindah ke depan panggung.

"Angkat kursi aja kalian lama kali," katanya.

Berubah Lagi, Pimpinan MPR Kini Sepakati Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Pukul 2 Siang

Kemudian, karena di dalam aula terlalu berisik, Edy Rahmayadi meminta seluruh ASN mengangkat tangan, dan kemudian menutup mulut.

"Angkat tangannya, tutup mulutnya."

"Macam anak TK aja kalian."

Empat Pemotor Tewas di Jalur Tengkorak Narogong Bekasi, Wali Kota Nilai Perlu Ada Selamatan

"Semuanya ke depan, jangan ada yang berdiri di belakang gitu," perintah Edy Rahmayadi.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, pertemuan ini diadakan untuk melihat para wajah ASN yang berada di lingkungan Pemprov Sumut.

"Saya kepengin lihat wajah kalian, sehingga bisa tahu wajah kalian," ucap mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Dijanjikan Beasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Taiwan, 40 WNI Jadi Korban Perdagangan Orang

Edy Rahmayadi lalu meminta seluruh jajaran agar dapat meningkatkan kinerja dan jangan hanya malas-malasan.

Dengan meningkatkan kinerja, pastinya akan dapat menghemat pengeluaran anggaran pemerintah.

Edy Rahmayadi mengaku saat ini jumlah pegawai negeri sipil yang bekerja di lingkungan Pemprov Sumut sudah membeludak (terlalu banyak).

‎Susi Pudjiastuti Berdoa Jokowi Tak Revisi Perpres 44/2016 demi Alasan Ini

Untuk itu, dirinya sempat bertanya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) tahun ini ditiadakan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Saya sudah nanya kepada ibu sekda, tahun ini bisa tidak, tidak menerima CPNS untuk Sumut."

"Kalau kita masih menerima terus, pengeluaran akan mubazir," ucapnya.

Susi Pudjiastuti Pamit Saat Konferensi Pers Terakhir, 556 Kapal Pencuri Ikan Sudah Ia Tenggelamkan

Edy Rahmayadi mencontohkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara yang sudah terlalu banyak pegawai.

Akibat dari banyaknya pegawai, ia sempat berkunjung ke kantor itu dan melihat tidak ada tempat duduk lagi bagi tamu.

"Mana Harianto Butarbutar (Kepala Dinas Tenaga Kerja)? Tempat kau aja tidak ada duduk lagi, gimana mau ditambah lagi pegawai?" selorohnya.

Anggota DPD yang Belum Punya Rumah di Jakarta Bakal Diinapkan di Hotel Saat Pelantikan Presiden

Karena terlalu banyaknya pegawai, pemerintah menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk menggaji seluruh ASN.

"1,2 T untuk menggaji kalian. Kalau lima bulan tidak kita gaji, sudah berapa dan berapa jadi jembatan itu? 240 kilometer jalan bisa jadi," paparnya.

Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini juga sempat melontarkan lelucon kepada para tamu undangan yang hadir.

Tak Cuma Siap Sodorkan AHY Jika Diminta Jokowi, Demokrat Juga Susun 14 Program Prioritas Pemerintah

Edy Rahmayadi melihat para ASN saat ini tidak benar dalam menjalankan tugas, sehingga pembangunan tersendat.

"Bila perlu kalian ditidurkan di jalan, karena mubazir uang itu."

"Tetapi kalau kalian benar-benar bekerja, berapa kali lipat kita mendapatkan hasil? Ini yang begitu mudah dibuang-buang begitu," bebernya.

Landmark Kota Bekasi Penuh Coretan, Pelakunya Diduga Orang yang Suka Nongkrong Malam Hari

Setelah itu, dirinya meminta seluruh ASN agar bekerja dengan kejujuran.

Sebab, dirinya melihat sudah sulit sekali orang bekerja dengan kejujuran.

"Kejujuran adalah segala-galanya, ayo kita jujur sama-sama."

Sudah 119 Kepala Daerah Diciduk KPK, Bupati Lampung Utara Jadi Pasien ke-47 yang Terjerat OTT

"Dengarkan kemari, saya minta kepala dinas bertanggung jawab semuanya," tegasnya.

Baginya, masa lalu pemerintah Sumut tidak perlu dibawa-bawa lagi.

Sekarang ini, dirinya meminta kepada seluruh jajaran untuk fokus bekerja dan mulai membangun Sumut Bermartabat.

"Masa lalu adalah evaluasi ke depan kita. Saya tidak mau menjadikan masa lalu ini pelajaran," cetusnya. (Satia)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved