BPJS Kesehatan

Iuran BPJS Naik, BPKN: Layanan Rumah Sakit Buruk, Pasien Cuma Dianggap Warga No 2

BPJS diharapkan jangan hanya menaikan iuran kesehatan. Pelayanan yang diterima pasien BPJS selama ini dianggap belum maksimal.

Iuran BPJS Naik, BPKN: Layanan Rumah Sakit Buruk, Pasien Cuma Dianggap Warga No 2
jamsosindonesia.com
Ilustrasi BPJS. 

Namun, pemerintah harus terlebih dahulu berkomitmen memperbaiki pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS.

Kontrak Pelayanan BPJS Kesehatan

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Maruf mengklaim BPJS sudah tegas terhadap rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan maksimal untuk pasien BPJS.  

Kata Iqbal, baik rumah sakit swasta dan rumah sakit milik pemerintah sudah kerap diberi peringatan soal kontrak pelayanan BPJS.

“Kalau swasta itu jelas, surat peringatan 1, 2 hingga 3 itu kami putus kontraknya,” kata Iqbal.

Irish Bella Terkena Mirror Syndrom yang Membuat Janin Kembar Keguguran, Kenali Gejalanya

Meski demikian, ia mengakui surat peringatan itu baru diberikan jika masyarakat melaporkan langsung keluhan pelayanan ke pihak BPJS.

“Jadi mohonkan kami peserta sampaikan sehingga kita langsung lakukan tindakan kepada RS bersangkutan,” jelas Iqbal.

Diketahui pemerintah bersama BPJS sepakat menaikan iuran BPJS kesehatan.

Kenaikan iuran dianggap bisa menutupi defisit BPJS Kesehatan yang semakin parah.

Berikut daftar iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada 1 Januari 2020:
1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa
2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000 per bulan per jiwa
3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000 per bulan per jiwa
4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500 per bulan per jiwa

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved