OTT KPK
Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Ini Langkah Nasdem, Tanggapan Gubernur, Warga, Hingga Mendagri
Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Ini Langkah Nasdem, Tanggapan Gubernur, Warga, Hingga Mendagri
Namun dia mengatakan jika kerja-kerja yang menyimpang sehingga menyebabkan operasi tangkap tangan semacam ini adalah dosa sehingga sudah seyogyanya semua pihak menghindari. Termasuk oleh semua kepala daerah lainnya di Lampung.
"Kerja-kerja yang seperti itu kan hukumnya dosa. Jadi kalau kita sangat paham itu dosa jauhilah," ujar Arinal.
Menurutnya apa yang didapatkan melalui cara yang tidak benar akan tidak berguna lagi saat sudah berhadapan dengan hukum.
"(Semua itu) tidak akan ada artinya jika sudah berhadapan dengan hukum," tukasnya.
Selain menjadi pukulan memalukan bagi diri sendiri, sambung dia, ketika terjaring OTT sepeti ini akan berdampak pada keluarga, anak, bahkan menutupi prestasi yang selama ini sudah diraih.
"Menurut saya jauhilah. Saya berpesan kepada kita semua termasuk jajaran di bawah saya agar menjauhi itu. Termasuk untuk pimpinan kepala daerah kabupaten kota," pintanya.
Namun saat dikonfirmasi lebih jauh terkait akankah tertangkapnya kembali kepala daerah melalui OTT KPK ini bakal berpengaruh terhadap proses pembangunan di Lampung, Arinal enggan menjawab dan memilih pergi.
"Sudah ya," ucapnya seraya pergi.
• Ada 21 ASN Kabupaten Bogor Ajukan Gugatan Cerai, Penyebab Dominan Masalah Ekonomi
Warga Tak Kaget
Sejumlah warga mengaku tidak begitu kaget jika Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara terkena OTT KPK.
Agung diamankan bersama tiga orang lainnya dalam OTT KPK di rumah dinasnya, Kotabumi, Lampung Utara, Minggu (6/10/2019) malam.
Menurut warga, OTT yang menjerat Agung memang sangat mengejutkan.
Namun, mereka juga menilai itu adalah hal yang wajar.
Seperti dikatakan Samin (53), tukang ojek yang melihat langsung peristiwa OTT tersebut.
“Semalam ketangkap empat orang sama KPK di rumah dinas bupati,” ujar Samin, Senin (7/10/2019).