Rabu, 20 Mei 2026

Transaksi Perbankan Masih Didominasi Kartu Debit

Perbankan terus berlomba untuk menggenjot transaksi kartu debet. Bank Indonesia (BI) tetap mencatat kenaikan transaksi kartu debet.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Perbankan terus berlomba untuk menggenjot transaksi kartu debet.

Hal tersebut dilakukan sejalan dengan mulai berkembangnya digital banking yang memungkinkan nasabah bertransaksi tanpa menggunakan kartu (cardless).

Meski begitu, Bank Indonesia (BI) tetap mencatat kenaikan transaksi kartu debet.

Terhitung sejak Januari hingga Agustus 2019 transaksi menggunakan kartu debet masih naik 13,14 persen secara year on year (yoy) dari 4,17 miliar transaksi menjadi 4,71 miliar transaksi.

Sementara itu, nominal transaksi kartu debet juga masih terus naik dua digit dari Rp 4.512,13 triliun per Januari-Agustus 2018 menjadi Rp 5.083,27 triliun di periode yang sama tahun 2019 atau naik 12,65 persen yoy.

Geliat Pasar Saham, Analisis: Pindahkan Aset dari Instrumen Agresif ke Konservatif

Alih-alih untuk terus menopang transaksi, perbankan pun harus lebih lincah memutar otak.

Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk yang kerap melakukan kerjasama co-branding kartu debet dengan beberapa mitra.

Terbaru, perseroan menerbitkan kartu debit co-branding ber-design khusus dengan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin).

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi, mengatakan, kartu tersebut bakal dapat memudahkan lebih dari 600.000 anggota Kospin.

"Sejauh ini ada sekitar 90 mitra dan perusahaan yang menjalin co-branding kartu debit. Ke depan kami juga masih punya beberapa pipeline," kata Hery.

Ia mengatakan, sejauh ini transaksi kartu debit Bank Mandiri juga masih cukup tinggi yakni mencapai 14 persen secara yoy per Agustus 2019.

Mengenai adanya potensi berkurangnya transaksi kartu debit di tengah perkembangan teknologi pembayaran seperti mobile banking atau QR payment, Hery tetap yakin transaksi kartu debit akan tetap tumbuh.

Soal Regulasi IMEI, Lebih Baik Sibina Diaudit Terlebih Dahulu

"Kartu debit itu tetap menjadi sumber dana, walaupun pakai aplikasi QR atau LinkAja tetap saja isi saldo menggunakan debit, kami harap terus berkembang," katanya.

Bank berlogo pita emas ini menjelaskan pihaknya kini sudah menerbitkan sebanyak 18 juta kartu debit.

Sejauh ini pendapatan komisi yang diperoleh dari kartu debit juga masih cukup besar.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved