Unjuk Rasa Mahasiswa

RS Polri Ungkap Tak Ada Tanda Kekerasan Pada Tubuh Mulyadi yang Tewas saat Unjuk Rasa

Maulana Suyadi alias Yadi meninggal setelah mengikuti aksi unjuk rasa di dekat Gedung DPR RI, Rabu (24/9) lalu, akibat mengalami sesak napas.

Penulis: Rangga Baskoro |
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2019). 

Maulana Suyadi alias Yadi meninggal setelah mengikuti aksi unjuk rasa di dekat Gedung DPR RI, Rabu (24/9/2019) lalu, akibat mengalami sesak napas.

Namun demikian, pihak keluarga Yadi yakni Ibunya yang bernama Maspupah menilai ada kejanggalan terhadap kasus kematian anaknya.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edi Purnomo menjelaskan, pihaknya tak menemukan adanya bekas tanda penganiayaam di tubuh Yadi saat jasadnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada Kamis (25/9/2019) lalu.

"Tidak ada (tanda kekerasan pada tubuh korban)," kata Edi saat dikonfirmasi, Jumat (4/10).

Namun, Edi tak mengungkapkan bagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tubuh korban.

 INUL Daratista Bongkar Kehidupan Pribadi: Tak Berhubungan dengan Suami hingga Ukuran Bra Jadi 42

 Dipancing Nafa Urbach, Akhirnya Lucinta Luna Ngaku Sebagai Pria di Masa Lalunya

 Tak Tahan Lihat Adik Ipar Pakai Baju Tipis, Kakak Ipar Ajak Berzina Diimingi Duit 500 Ribu

Ia hanya menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal karena sesak nafas.

"Iya (karena sesak nafas)," ujarnya.

Edi juga menyebut bahwa hasil visum terhadap korban saat ini sudah diserahkan kepada pihak penyidik.

"Hasil visumnya sudah sama penyidik," ucap Edi.

Di sisi lain, Edi menyampaikan bahwa surat pernyataan terkait penyebab kematian korban dibuat sendiri oleh pihak keluarga, yakni kakaknya dan ditandatangani oleh Ibunya.

"Itu kan pernyataannya dia bikin sendiri kok, pernyataannya yang bikin anaknya yang perempuan, karena katanya ibunya enggak bisa nulis, sudah ditandatangani (ibunya) kok," tuturnya.

 Memohon ke Edy Rahmayadi, Warga Sumut di Wamena Minta Dipulangkan, Hotman: Kirim Pesawat dan Kapal!

Lebih lanjut, Edi mengaku tak tahu menahu perihal pemberian amplop yang berisi uang sebesar Rp10 juta kepada pihak keluarga untuk mengurus jenazah korban.

"Saya enggak tahu (soal amplop itu)," kata Edi. (abs)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved