Unjuk Rasa Mahasiswa

Ali Mochtar Ngabalin: Perusuh Harus Kita Bantai Bareng-bareng Sesuai Konstitusi

Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, pihaknya tidak akan menolerir para perusuh yang menunggangi aksi demonstrasi.

Ali Mochtar Ngabalin: Perusuh Harus Kita Bantai Bareng-bareng Sesuai Konstitusi
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, seusai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019). 

TENAGA Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, pihaknya tidak akan menolerir para perusuh yang menunggangi aksi demonstrasi.

Ia juga mengingatkan para peserta aksi atas keberadaan perusuh tersebut.

"Hati-hati jangan sampai ada penumpang gelap yang demonstrasi sampai jam 12 malam."

Jokowi Diminta Tak Ragu Segera Undangkan UU KPK Hasil Revisi, yang Tak Setuju Bisa ke MK

"Perusuh-perusuh yang harus kita bantai bareng-bareng itu."

"Bagaimana bentuk pembantaiannya, tinggal diatur sesuai dengan konstitusi yang berlaku."

"Jangan juga kita anarkis," kata Ali Mochtar Ngabalin saat menghadiri diskusi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Dukung Revisi UU KPK, Ngabalin Pakai Perumpamaan Sembelih Hewan Kurban Harus Pakai Pisau Tajam

Kendati begitu, Ali Mochtar Ngabalin memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah kalangan.

Dia mengklaim, negara memberikan ruang bagi warganya untuk menyampaikan aspirasi di hadapan publik.

"Ketika ditanya respons demo, Presiden membuka ruang selebar-lebarnya untuk siapa saja boleh berdemonstrasi."

‎Moeldoko Bilang Buzzer Jokowi Tidak Satu Komando, Idolanya Diserang Langsung Bereaksi

"Ketika ruang-ruang publik, ruang aspirasi itu tidak bisa juga disampaikan, maka jalanan jadi majelis utama untuk bisa menyampaikan aspirasi," bebernya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved