Perusahaan Pembiayaan Ikut Menyalurkan KPR
Kendati dikuasai oleh perbankan, beberapa pemain multifinance turut menggarap bisnis embiayaan kepemilikan rumah.
Begitu pun dengan PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) juga menyasar pembiayaan rumah.
Kendati pembiayaan pada mobil bekas masih menjadi dominan pembiayaan perusahaan.
BPFI mencatatkan pembiayaan properti sebesar Rp 32 miliar per Agustus 2019 atau sama dengan realisasi tahun lalu.
Porsi pembiayaan properti BPFI sekitar tiga persen hingga lima persen.
Sedangkan 80 persen masih didominasi pembiayaan mobil bekas dan sisanya pembiayaan alat berat.
“Meskipun bank lebih banyak mengarap pembiayaan kepemilikan rumah yang tidak digarap oleh perbankan. Misalnya menyasar masyarakat dengan penghasilan tidak tetap. Misalnya pengemudi ojek online yang pendapatan bulanannya tidak tetap,” ujar Direktur BPFI, Jasin Hermawan.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, mengatakan, multifinance sulit menggarap bisnis pembiayaan properti.
Sebab masih terkendala pendanaan dari perbankan yang hanya menawarkan tenor pendek.
Sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memerlukan waktu panjang.
“Sulit karena dananya harus jangka panjang. Bagi mulfitinance tidak ada sumber perolehan dana jangka panjang. Misal rumah itu kreditnya 10 tahun, kami dapat dana dari bank cuma 3 tahun. Bila kami dapat dana dari SMF, tapi rumah yang ditawarkan murah. Sehingga porsinya kecil dan sedikit yang menggarap,” kata Suwandi.
• Bagaimana Prospek Penerbitan Obligasi? Berikut Penjelasan Analisis
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Multifinance mengalap peruntungan di pembiayaan properti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bunga-kpr_9k29j.jpg)