Perusahaan Pembiayaan Ikut Menyalurkan KPR
Kendati dikuasai oleh perbankan, beberapa pemain multifinance turut menggarap bisnis embiayaan kepemilikan rumah.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Bisnis pembiayaan kepemilikan rumah didominasi oleh perbankan.
Berdasarkan analisis uang beredar Bank Indonesia penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan mencapai Rp 492,5 triliun.
Kendati dikuasai oleh perbankan, beberapa pemain multifinance turut menggarap bisnis ini.
Misalnya, PT Reliance Finance membidik pembiayaan pemilikan rumah, pembiayaan kepada fintech peer to peer lending, dan community lending.
• Penggemar Hello Kitty, Ini Kabar Buruk dari Johor soal Sanrio Hello Kitty Town
Direktur Reliance Finance, Fajar Satritama, mengatakan, pembiayaan properti menjadi penyumbang utama pembiayaan perusahaan hingga 40 persen dari total portofolio.
“Hingga Agustus 2019, realisasi pembiayaan sekitar Rp 500 miliar. Sedangkan sampai akhir tahun targetnya bisa mencapai Rp 600 miliar. Untuk pembiayaan rumah kita kerja sama dengan pengembang,” kjata Fajar seperti dikutip Kontan beberapa waktu lalu.
Fajar menyatakan, terdapat tantangan dalam mengarap produk pembiayaan rumah.
Ia mengatakan, kebanyakan para pemain multifinance lebih banyak memilih pembiayaan kendaraan bermotor.
• Hari Ini Kurs Kembali Menguat, Ini Penyebabnya
Fajar mengatakan, secara persentasi di industri pembiayaan rumah masih dibawah satu persen dari total pembiayaan multifinance.
“Peluang bagi multifinance adalah menggarap nasabah yang belum mengakses kredit bank," kata Fajar.
Menggarap pembiayaan rumah modelnya berbeda, kebanyakan pelaku bisnis pembiayaan menyasar kendaraan.
"Bagi pemain kecil, untuk menggarap produk kendaraan tidak akan mampu bersaing dengan multifinance milik bank atau agen tunggal pemegang merek (ATPM),” kata Fajar.
Fajar menngatakan, hingga saat ini Reliance sudah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 500 miliar.
Sedangkan rasio pembiayaan bermasalah atau NPF berada di posisi dua persen.
Sedangkan kebutuhan pendanaan sepanjang 2019 dipenuhi dari medium term notes (MTN) yang menjadi dominan.
• Ini Motif Batik Andalan Banten, Ini Lokasi Penjualannya
Selain itu, juga ada pendanaan dari kredit bank dan join finance dari PT Saran Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
Begitu pun dengan PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) juga menyasar pembiayaan rumah.
Kendati pembiayaan pada mobil bekas masih menjadi dominan pembiayaan perusahaan.
BPFI mencatatkan pembiayaan properti sebesar Rp 32 miliar per Agustus 2019 atau sama dengan realisasi tahun lalu.
Porsi pembiayaan properti BPFI sekitar tiga persen hingga lima persen.
Sedangkan 80 persen masih didominasi pembiayaan mobil bekas dan sisanya pembiayaan alat berat.
“Meskipun bank lebih banyak mengarap pembiayaan kepemilikan rumah yang tidak digarap oleh perbankan. Misalnya menyasar masyarakat dengan penghasilan tidak tetap. Misalnya pengemudi ojek online yang pendapatan bulanannya tidak tetap,” ujar Direktur BPFI, Jasin Hermawan.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, mengatakan, multifinance sulit menggarap bisnis pembiayaan properti.
Sebab masih terkendala pendanaan dari perbankan yang hanya menawarkan tenor pendek.
Sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memerlukan waktu panjang.
“Sulit karena dananya harus jangka panjang. Bagi mulfitinance tidak ada sumber perolehan dana jangka panjang. Misal rumah itu kreditnya 10 tahun, kami dapat dana dari bank cuma 3 tahun. Bila kami dapat dana dari SMF, tapi rumah yang ditawarkan murah. Sehingga porsinya kecil dan sedikit yang menggarap,” kata Suwandi.
• Bagaimana Prospek Penerbitan Obligasi? Berikut Penjelasan Analisis
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Multifinance mengalap peruntungan di pembiayaan properti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bunga-kpr_9k29j.jpg)