Perbankan Mulai Waspada Ancaman Kredit Macet

Per Agustus 2019, OJK catat terjadi peningkatan rasio non performing loan gross dari Juli 2019 sebesar 2,55 persen jadi 2,6 persen pada Agustus 2019.

Perbankan Mulai Waspada Ancaman Kredit Macet
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Industri perbankan mesti mulai mewaspadai ancaman kredit macet.

Per Agustus 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terjadi peningkatan rasio non performing loan (NPL) gross dari Juli 2019 sebesar 2,55 persen menjadi 2,6 persen pada Agustus 2019.

Kepala Riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma, mengatakan, saat ini sejatinya mitigasi resiko yang dilakukan perbankan sudah cukup baik.

Ia menilai perlambatan pertumbuhan kredit yang belakangan terjadi bukan disebabkan oleh langkah bank yang mengerem kredit.

Penyaluran Pinjaman Fintech P2P Lending Sudah Tembus Rp 49 Triliun, Ini Sikap AFPI

Sebagai catatan, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit pada bulan Agustus 2019 mencapai Rp 5.880,7 triliun dengan tumbuh 8,4 persen secara year on year (yoy).

Capaian tersebut melambat dibandingkan Juli 2019 naik 9,6 persen.

Bahkan pertumbuhan kredit pada Agustus jadi yang paling rendah sepanjang 2019.

“NPL industri perbankan dikisaran 2,5 persen masih cukup bagus. Soal pertumbuhan kredit sendiri masalahnya terjadi akibat LDR (loan to deposit ratio) yang makin ketat di level 95 persen, dan menurunnya permintaan kredit dari pelaku ekonominya sendiri,” katanya.

AFPI Ingin Batasan Pinjaman Maksimal Rp 2 Miliar Dicabut

Direktur Bisnis Korporasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100), Putrama Wahju Setyawan, mengatakan, meskipun punya eksposur kredit besar ke sejumlah perusahaan, selama ini perseroan selalu melakukan mitigasi yang baik sebelum menyalurkan kredit.

“Penyaluran kredit tetap dilakukan dengan asas good corporate government (GCG). Saat ini NPL kami di segmen korporasi pun masih terbilang rendah, masih di bawah dua persen,” katanya seperti dikutip Kontan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100), Jahja Setiadmadja, mengatakan, pihaknya sejak awal sudah melakukan seleksi yang ketat untuk menggelontorkan kredit ke segmen korporasi.

Jahja mengatakan, mitigasi resiko memang jadi kunci perseroan untuk menjaga kualitas kreditnya.

BCA tak sembarang memberikan kredit kepada korporasi.

Jika memang dari penilaian perseroan sebuah korporasi dinilai tak baik bisnisnya, maka perseroan juga tak akan memberikan kredit.

Ini Tanggapan OJK Terkait Keinginan Fintech P2P Bisa Beri Pinjaman Lebih dari Rp 2 Miliar

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul NPL merangkak naik, perbankan mulai mewaspadai ancaman kredit macet

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved