Fintech

Ini Tanggapan OJK Terkait Keinginan Fintech P2P Bisa Beri Pinjaman Lebih dari Rp 2 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespon keinginan peer to peer (P2P) lending untuk menaikkan batas pinjaman.

Ini Tanggapan OJK Terkait Keinginan Fintech P2P Bisa Beri Pinjaman Lebih dari Rp 2 Miliar
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespon keinginan peer to peer (P2P) lending untuk menaikkan batas pinjaman.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 77/POJK.01/2016 tentang pinjaman uang berbasis teknologi finansial, P2P lending hanya boleh menyalurkan pinjaman maksimal Rp 2 miliar kepada satu peminjam.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi, mengatakan, tujuan regulator mengembangkan fintech P2P lending guna mendorong inklusi keuangan.

Salah satu acuan pencapaiannya adalah berapa banyak orang Indonesia yang dilayani. Bukan nilai nominal pinjaman yang disalurkan.

Mau Investasi di P2P Lending? Berikut Ini Tipsnya

“Kami memahami bahwa pertumbuhan bisnis P2P lending ini tergantung pada semangat pemain. Ketika ada wacana penghapusan batas pinjaman Rp 2 miliar itu, kami kembalikan kepada asosiasi. Silahkan saja lakukan kajian akademik dan sampaikan ke OJK. Sampai saat ini belum kami terima,” kata Hendrikus beberapa waktu lalu.

Hendrikus menekankan OJK selalu menerapkan regulasi berbasiskan riset.

Hendrikus mengatakan, tidak kebutuhan dana pinjaman lebih dari Rp 2 miliar tidak terjadi di semua pemain fintech P2P lending.

Misalnya untuk pinjaman konsumer atau pinjaman modal usaha mikro dan kecil.

“Bagi pemain P2P lending yang bermain di produk invoice financing untuk modal usaha menengah membutuhkan pinjaman lebih Rp 2 miliar. Nah ini yang kami butuhkan datanya, ada berapa banyak kebutuhannya. Memang ada kebutuhan calon peminjam yang butuh di atas Rp 2 miliar,” kata Hendrikus.

AFI: Permendag Waralaba Hilangkan Hambatan, Ini Penjelasan dari Kemendag

Ia belum bisa mengonfirmasi sikap regulator terkait permintaan asosiasi untuk menaikkan limit pinjaman ini.

Berdasarkan data OJK akumulasi jumlah pinjaman fintech hingga Juli 2019 sebesar Rp 49,79 triliun naik 119,69 persen year to date (ytd) dari Desember 2018 sebesar Rp 22,66 triliun.

Jumlah pinjaman dari Pulau Jawa masih mendominasi dengan total Rp 42,74 triliun.

Sementara, dari luar Pulau Jawa jumlahnya hanya Rp 7,04 triliun.

Namun rasio pinjaman macet fintech naik di Juli 2019 menjadi sebesar 2,52 persen.

Fakta-fakta soal Pelaku Usaha Jasa Titipan Nakal

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Fintech P2P lending ingin bisa beri pinjaman di atas Rp 2 miliar, ini respons OJK

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved