Jumat, 8 Mei 2026

Kilas Balik

Peringatan G30S/PKI, Makam Ade Irma Suryani Terkunci Rapat

Makam putri bungsu dari Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu masih sulit dikunjungi masyarakat.

Tayang:
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok. 

KEBAYORAN BARU, WARTAKOTALIVE.COM -- Peringatan Hari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30SPKI yang jatuh hari ini, Senin (30/9/2019)

rupanya tidak membuka lebar gerbang masuk makam Ade Irma Suryani Nasution.

Makam putri bungsu dari Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu masih sulit dikunjungi masyarakat..

Terkunci rapatnya gerbang utama menuju makam gadis kecil itu terlihat pada hari ini, Senin (30/9/2019).

TUJUH Jenderal TNI Ini Diculik hingga Dibantai oleh PKI, Begini Proses Penemuan Jasad Mereka

FAKTA Jenderal TNI Ahmad Sukendro Lolos dari Kejaran PKI, Ini Kronologi Keberuntungannya

VIDEO: Suasana Makam Pahlawan Revolusi G30SPKI di Kalibata

Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok.
Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Sejak pagi hingga sore hari, gembok dan rantai yang melingkar di gerbang utama makam terlihat tidak dibuka.

Beberapa pengunjung yang datang hanya terlihat menepi di depan gerbang, mereka melongok ke dalam makam dan kebingungan.

Tidak terhitung berapa jumlah warga yang datang, mereka yang terlihat datang bersusulan itu hanya memarkirkan mobil maupun sepeda motor dan kembali pulang setelah mengetahui makam terkunci rapat.

G30S PKI, KISAH Heroik Istri Jenderal AH Nasution Selamatkan Sang Suami dari Kekejaman Cakrabirawa

Tidak ada kalimat yang terucap, hanya pertanyaan yang kembali berulang diajukan mereka.

Pertanyaan mereka pun tidak terjawab lantaran petugas kebersihan maupun sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di sekitar pusara jauh dari gerbang makam.

"Masih ditutup ya?" tanya salah seorang pengunjung.

KISAH Perwira Tinggi TNI AU Omar Dhani Nasibnya Tragis, Kariernya Moncer tapi Dipenjara Dianggap PKI

"Harusnya dibuka, kan banyak yang mau lihat (makam), mudah-mudahan besok sudah dibuka," ungkap seorang bapak seraya memutar kemudi mobilnya meninggalkan gerbang makam Ade Irma pada Senin (30/9/2019).

Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok.
Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Terpisah, Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Munjirin menyebutkan alasan tertutup rapatnya makam Ade Irma Suryani lantaran pihaknya kini tengah melakukan pembersihan area makam.

Mereka menyemprot debu dan menyiram seluruh area, termasuk taman di sekeliling makam Ade Irma.

"Makam sedang dibersihkan, makanya masih ditutup. Kita sedang persiapkan untuk upacara besok, jadi setelah upacara di (Kantor) Wali Kota, kita, semua pejabat bersama pihak keluarga akan ke makam Ade Irma," ungkapnya dihubungi pada Senin (30/9/2019).

Jenderal TNI Ahmad Yani Geram Ulah PKI Cangkul Anggota TNI hingga Tewas, RPKAD Diperintah Bersiap

Tidak hanya sebatas membersihkan makam, pihaknya juga turut memasang tenda dan mengganti seluruh foto memorial pada Tugu Monumen Ade Irma yang diketahui rusak.

Selanjutnya, apabila persiapan telah selesai, gerbang utama makam Ade Irma akan dibuka untuk umum.

"Kalau sudah selesai semua persiapannya, makam nantinya dibuka, jadi masyarakat bisa datang, berdoa atau mengenang," tambahnya.

TERUNGKAP Mantan Ketua Gerwani yang Dianggap Sayap PKI Disiksa Selama 6 Tahun Penjara

Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok.
Suasana makam Ade Irma Suryani Nasution pada Senin (30/9/2019). Makam yang terletak di sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu tengah dibersihkan dan dirapikan petugas jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2019 besok. (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

Tidak Terawat

Diberitakan sebelumnya, tanpa karangan bunga ataupun taburan kembang tujuh rupa, makam Ade Irma Suryani Nasution kini terasa kosong dan senyap.

Tidak ada lagi sosok anak-anak yang mengunjungi makam ataupun para ibu yang mengenang kisah tragis gadis kecil yang tewas dalam Peristiwa G30S/PKI itu saat ini.

Sepinya makam putri bungsu dari Jenderal Besar, Abdul Harris Nasution itu terlihat pada Kamis (19/9/2019) siang.

KISAH Jenderal TNI Ahmad Yani Bersimbah Darah saat Dikepung Tentara Antek PKI, Ditembaki Tentara

Makam terbuka tanpa teduhan itu terlihat kering dan berdebu, hanya batu kerikil dan pecahan kendi menghiasi bagian atas makam sang pahlawan kecil.

Begitu juga dengan sebuah Tugu Monumen Ade Irma Suryani Nasution yang tinggi menjulang di hadapan makam.

Sejumlah foto Ade Irma semasa kecil hingga rangkaian foto prosesi pemakaman yang dihadiri langsung oleh sang ayah itu kini terlihat usang.

KISAH Soeharto dan Keluarga Cendana saat G30S/PKI Terjadi, Bu Tien Gelisah dan Mengungsi

Beberapa lembar foto yang menjadi saksi sejarah kematian Ade Irma pun terlihat terlepas hingga sobek.

Padahal foto yang ditempel pada sekeliling monumen itu menjadi kenangan atas kematian Ade Irma yang gugur kala menjadi tameng ayahnya.

Sepi dan lengangnya pekuburan Ade Irma dikarenakan lokasi makam yang jauh dari pandangan serta tidak adanya papan informasi tentang makam di Jalan Nipah XII yang merupakan muka makam.

TERBUKTI Danjen Kopassus Witarmin Sukses Tumpas PKI di Blitar sampai Warga Kenang Bikin Patungnya

Selain itu, terkunci rapatnya gerbang utama menuju makam membuat sosok gadis kecil itu kian terlupakan.

Gembok dan rantai yang melingkar di gerbang utama makam pun membuat pengunjung harus berjalan jauh memasuki komplek Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, akses masuk menuju makam.

Sementara, seng yang menutup seluruh sisi selatan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, mulai dari proyek pembangunan Masjid Kantor Wali Kota hingga Pos Pemadam Kebakaran menutup makam Ade Irma saat ini.

KISAH Tragis Perwira TNI Berwajah Bule Jadi Korban Kekejaman PKI demi Lindungi Jenderal AH Nasution

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi makam Ade Irma, mereka harus berjalan kaki melewati tempat sampah dan menyusuri jalan setapak di sepanjang barak Satpol PP Jakarta Selatan.

Berdampingan dengan puing serta sejumlah material proyek pembangunan masjid, makam Ade Irma terlihat menyendiri.

Suasana tersebut sangat kontras dengan ramainya suasana saung dan barak Satpol PP yang ramai anggota Satpol PP ataupun pegawai Kantor Wali Kota Jakarta Selatan yang tengah beristirahat.

TERUNGKAP Kopassus Muda Ini Pernah Dimarahi Sarwo Edhie saat Tumpas PKI, Ini Gara-garanya

Seperti diketahui, Ade Irma Suryani Nasution gugur dalam penyergapan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 6 Oktober 1965 silam.

Putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu tewas ketika menjadi tameng untuk ayahnya.

Dalam peristiwa tersebut, turut wafat ajudan sang ayah, Kapten Pierre Andreas Tendean yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

BERITA FOTO: UPDATE Begini Penampakan Pelajar SMK Terlibat Bentrok dengan Polisi

Sedangkan adea Irma dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok P Prapanca yang disulap menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada tahun 1998.

Perubahan status TPU tersebut mengubah wajah TPU yang semula dipenuhi kuburan umum masyarakat menjadi perkantoran bertingkat.

Walau begitu, makam Ade Irma Suryani yang berada di sisi Jalan Nipah XII tidak dibongkar dan justru dibangun Tugu monumen perjuangan. (dwi)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved