Kilas Balik
Peringatan G30S/PKI, Makam Ade Irma Suryani Terkunci Rapat
Makam putri bungsu dari Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu masih sulit dikunjungi masyarakat.
Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi makam Ade Irma, mereka harus berjalan kaki melewati tempat sampah dan menyusuri jalan setapak di sepanjang barak Satpol PP Jakarta Selatan.
Berdampingan dengan puing serta sejumlah material proyek pembangunan masjid, makam Ade Irma terlihat menyendiri.
Suasana tersebut sangat kontras dengan ramainya suasana saung dan barak Satpol PP yang ramai anggota Satpol PP ataupun pegawai Kantor Wali Kota Jakarta Selatan yang tengah beristirahat.
• TERUNGKAP Kopassus Muda Ini Pernah Dimarahi Sarwo Edhie saat Tumpas PKI, Ini Gara-garanya
Seperti diketahui, Ade Irma Suryani Nasution gugur dalam penyergapan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 6 Oktober 1965 silam.
Putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution itu tewas ketika menjadi tameng untuk ayahnya.
Dalam peristiwa tersebut, turut wafat ajudan sang ayah, Kapten Pierre Andreas Tendean yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
• BERITA FOTO: UPDATE Begini Penampakan Pelajar SMK Terlibat Bentrok dengan Polisi
Sedangkan adea Irma dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok P Prapanca yang disulap menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada tahun 1998.
Perubahan status TPU tersebut mengubah wajah TPU yang semula dipenuhi kuburan umum masyarakat menjadi perkantoran bertingkat.
Walau begitu, makam Ade Irma Suryani yang berada di sisi Jalan Nipah XII tidak dibongkar dan justru dibangun Tugu monumen perjuangan. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/makam-ade-irma-suryani-terkunci-rapat301.jpg)