Rusuh Papua
5 Pendukung Jokowi Minta Dhandy Laksono dan Ananda Badudu Dibebaskan, Ada yang Mau Jadi Penjamin
Pihak aparat menersangkakan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Dandhy Laksono dan menahan penggalang dana aksi unjuk rasa Ananda Badudu.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Pihak aparat menersangkakan aktivis HAM Dandhy Laksono dan menahan penggalang dana aksi unjuk rasa Ananda Badudu.
Berbagai dukungan datang dari publik lewat tagar #Bebaskananandabadudu dan #Bebaskandandhylaksono.
Dukungan bukan hanya dari kelompok masyarakat yang netral soal politik.
Dukungan untuk keduanya juga datang dari kelompok masyarakat yang selama 5 tahun terakhir getol mendukung pemerintah.
• Ini Penjelasan Dhandy Dwi Laksono Singgung Megawati dalam Tulisannya
• Sutradara Film Sexy Killers Ditangkap Polisi Semalam, Tagar #BebaskanDandhy Membahana di Medsos
Mulai dari kalangan politisi pro pemerintah, seniman hingga aktivis yang mendukung Presiden Joko Widodo - Jokowi minta Dandhy dan Ananda dibebaskan dari aparat kepolisian.
Berikut Wartakotalive.com rangkum 5 sosok pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang mengecam penangkapan Ananda Badudu dan Dandhy Laksono.
Budiman Sudjatmiko bisa jadi satu-satunya dari fraksi PDI Perjuangan yang kecam penahanan Dandhy Laksono.
Meski sempat berdebat dengan Dandhy soal penanganan konflik Papua, Budiman beranggapan penangkapan Dandhy oleh aparat kepolisian tidak sepatutnya.
• DELAPAN Tuntutan Rakyat Papua dan Papua Barat kepada Pemerintah, Dua Poin Ini Tak Bisa Dikabulkan
Tengah malam, usai mendengar Dandhy ditahan oleh pihak aparat, Budiman menyambangi Polda Metro Jaya.
Di akun twitternya ia menjelaskan alasannya mendukung Dandhy Laksono.
“Saya tidak mau kehilangan partner debat, orang beda pikiran yang berani saling beradu dalil dan dalih. Saya akan tumpul tanpanya,” kata Budiman.
2. Tsamara Armany
Politisi PSI Tsamara Armany menyatakan meski ia kerap berbeda pendapat dengan Dandhy, tetapi penahanan aktivis tidak dibenarkan.
“Saya tidak kenal dengan Mas @Dandhy_Laksono & mungkin tak selalu setuju dengan pendapatnya. Tapi tidak boleh ada orang yang ditangkap hanya karena mengemukakan pendapat & berbeda pandangan politik. Demi demokrasi,” kata Tsamara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ananda-badudu-dandhy.jpg)